Nama : Eva Fauziah
NIM : 1112051100034
Jurusan : Jurnalistik 4/b
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
AL-FARABI
·
MASA HIDUPNYA
Abu Nasr
al-Farabi lahir pada tahun 258 H/ 870 M dan meninggal pada tahun 339 H/ 950 M.
Berbeda dengan beberapa sarjana muslim
lainnya, al-Farabi tidak menuliskan riwayat hidupnya, dan tak seorang pun di
antara para pengikutnya merekam kehidupannya. Sebagai pembangun agung sistem filsafat, ia telah membaktikan diri untuk
berpikir dan merenung, menjauh dari kegiatan politik, gangguan dan kekisruhan
masyarakat. Kehidupan al-Farabi dapat dibagi menjadi dua periode, Pertama, bermula sejak ia lahir
sampai ia berusia lima puluh tahun. Informasi yang didapat tentang periode ini
adalah bahwa ia lahir di Wasij, sebuah dusun di dekat dengan Farab, di
Transoxiana, pada tahun 258 H/ 870 M. Ia lahir sebagai orang Turki, ayahnya
seorang jenderal dan ia sendiri bekerja sebagai hakim untuk beberapa lama.
Pendidikan
dasarnya adalah keagamaan dan bahasa, ia mempelajari fiqh, Hadis, dan tafsir
al-Quran. Ia mempelajari bahasa Arab, bahasa Turki, dan Parsi. Telah dinyatakan
oleh ibn Khalikan bahwa al-Farabi menguasai tujuh puluh bahasa, namun sangat di
ragukan bahwa al-Farabi menguasai bahasa lain. Dari penafsiran al-Farabi
tentang kata safsathah (sophistry),
tampak jelas bahwa al-Farabi tidak mengerti bahasa Yunani. Ia tidak mengabaikan
manfaat dari studi rasional semasa hidupnya seperti matematika dan filsafat. Ia
juga tidak banyak memperhatikan ilmu kedokteran. Ia lebih tertarik dengan studi
rasional yang kemudian membawanya mengembara menuntut ilmu hingga meninggalkan
kota kelahirannya.
Periode kedua kehidupan al-Farabi adalah
periode usia tua dan kematangan penuh. Bahghdad adalah kota pertama yang
dikunjunginya sebagai pusat belajar yang terkemuka, disana ia berjumpa dengan
sarjana dari berbagai bidang, diantaranya para filosof dan penerjemah. Ia
tertarik untuk mempelajari logika. Ia belajar logika kepada ibn Yunus untuk
beberapa lama. Karena ia dapat mengungguli gurunya, ia memperoleh sebutan “Guru
Kedua” atas pencapainnya yang gemilang dibidang ini. Selama dua puluh tahun
al-Farabi bermukim di Baghdad dan kemudian ia tertarik oleh pusat kebudayaan
lain di Aleppo. Disana temapt orang-orang brilian dan para sarjana, Istana Saif
al-Daulah adalah tempat al-Farabi tinggal bersama dengan para penyair, ahli
bahasa, filosof dan sarjana-sarjana kenamaan lainnya. Al-Farabi tinggal di
Syria hingga wafat pada tahun 339 H/ 950 M. Ia sempat mengunjungi Mesir
menjelang akhir hayatnya.
·
KARYA-KARYANYA
Tercatat ada
tujuh puluh buah tulisan al-Farabi. Karya-karyanya tersebut dibagi menjadi dua,
satu diantaranya mengenai logika dan yang lainnya mengenai bidang lain.
Karya-karya tentang logika menyangkut bagian yang berbeda dari Organon-nya Aristoteles, baik yang
berbentuk komentar ataupun ulasan panjang.
Karya-karya
kelompok kedua menyangkut berbagai cabang pengetahuan filsafat, fisika,
matematika, metafisika, etika dan politik.Karya-karya al-Farabi tersebar luas
di Timur pada abad ke-4 dan 5 H/ ke-10 dan 11 M, dan mungkin mencapai Barat
ketika sarjana-sarjana Andalusia menjadi pengikut al-Farabi. Beberapa
tulisannya telah pula diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani dan Latin, dan telah
memengaruhi sarjana Yahudi dan Kristen.
·
FILSAFATNYA
Filsafat
al-Farabi mempunyai corak dan tujuan yang berbeda. Ia mengambil ajaran-ajaran
para filosof terdahulu, membangun kembali dalam bentuk yang sesuai dengan
lingkup kebudayaan, dan menyusunnya sedemikian sistematis dan selaras.
Al-Farabi adalah seorang yang logis baik dalam pemikiran, pernyataan,
argumentasi, diskusi, keterangan dan penalarannya.
Filsafatnya
mungkin bertumpu pada beberapa perkiraan yang keliru dan mungkin juga berisi
beberapa hipotesis yang telah ditolak oleh ilmu pengetahuan modern, tetapi ia
mempunyai peranan penting dan pengaruh yang besar di bidang pemikiran masa-masa
sesudahnya.
No comments:
Post a Comment