Monday, 29 September 2014

Laporan Sosiologi Komunikasi Massa 4



Nama    : Eva Fauziah
NIM     : 1112051100034
Jurusan : Jurnalistik 5/b


 

MODEL PROSES KOMAS

1.      Model  Trasmisi, Orientasi pengirim berupa pengiriman pesan dan orientasi penerima berupa proses kognitif. Pandangan ini dikaitkan dengan istilah pengiriman atau pemberian informasi kepada pihak lain. Inti gagasan ialah transmisi isyarat (signal) atau pesan dalam waktu tertentu dengan tujuan tercapainya kontrol . contoh pada zaman Soeharto dinamakan Pers Pancasila, tetapi kenyataannya pers yang berlaku adalah Otoriter.

2.      Model Ekspresi (ritual), orientasi pengirim berupa performence atau penampilan dan orientasi penerima berupa kepuasan atau kegiatan bersama. Dikaitkan dengan beberapa istilah, misalnya kebersamaan, partisipasi, asosiasi, persahabatan atau titik pandang yang sama. Model ini intinya tidak menekankan pada penyebaran informasi dari sudut pandang ruang, melainkan pada masalah pembinaan masyarakat dalam kurun waktu tertentu; tidak menekankan pada upaya penyampaian informasi tetapi pada pencerminan kesamaan pandangan. Contohnya seperti model asosiasi (bersifat kesepakatan).

3.      Model perhatian, orientasi pengirim berupa display atau tampilan dan orientasi penerima berupa pemberi perhatian. Model ini paling sesuai dengan tujuan utama media,  sebagaimana yang ditentukan oleh media sendiri (menarik hati khalayak) dan paling cocok dengan pandangan khalayak umum menyangkut pentingnya pemekaian media (membebaskan diri, melibatkan diri, menghibur dll.)      contohnya adalah sesuai dengan tujuan media masa itu sendiri.

MODEL KOMAS

1.      Model Jarum Hypodermik (Hypodermic Needle Model) :  media massa memiliki dampak yang kuat, terarah, segera dan langsung, media ampuh memasukan ide pada benak khalayak. Mempunyai dapat yanh sangat kuat karena format televisi adalah audio dan visual.

2.      One step flow model : saluran media massa berkomunikasi langsung dengan massa tanpa berlalunya suatu pesan pada orang lain. Akan tetapi pesan itu tidak mencapai semua komunikan dan tidak menimbulkan efek yang sama pada komunikan. Media tidak mempunyai kekuatan yang hebat. Penmapilan, penerimaan dan penahanan dalam ingatan selektif mempengaruhi suatu pesan. Contoh jika di televisi ditayangkan sebuah drama atau sinetron maka yang mengonsumsi adalah penonton yang menyukai hal tersebut.

3.      Two step flow model : menaruh perhatian kepada peranan media massa dan komunikasi antarpribadi. Melihat massa sebagai perorangan yang berinteraksi. Menekankan proses dari opinion leader ke penduduk yang kurang giat.

4.       Multi Step Flow Models
Didasarkan pada fungsi penyebaran yang berurutan terjadi pada kenyataan situasi kom. Tujuannya, menggunakan banyak saluran untuk memperteguh

KARAKTERISTIK ISI MEDIA

-          Cepat : yakni aktual atau memperhatikan ketepatan waktu.
-          Nyata : berupa informasi mengenai sebuah fakta (fact)
-          Penting :  menyangkut kepentingan orang banyak
-          Menarik : artinya mengundang orang untuk membaca apa yang ditulis.

MEDIA VALUE

-          CONSEQUENCIES :

  Suatu fakta yang dapat membawa akibat bagi khalayak . contoh : banyak berita investigasi yang bermunculan ditv. Seperti pembuatan bakso menggunakan bakso tikus. Jika individu yang menonton menyukai bakso maka ia akan berhati-hati dalam membeli bakso setalah menonton berita investigasi.

-          HUMAN INTEREST :

   Menarik dari sudut kepentingan kemanusiaan .
-          
      PROMINENCE

   Melibatkan tokoh terkemuka yang menjadi figur/elite opinion
-          
     PROXIMITY

  Fakta atau infromasi memiliki kedekatan dengan tempat tinggal pembaca

-       TIMELINES
   Memiliki unsur kebaruan yang menyebabkan informasi tersebut aktual

KARAKTERISTIK INDUSTRI MEDIA

-          Customer requirments : merujuk pada harapan konsumen tentang produk media yang mencakup aspek kualitas, diversitas dan ketersediaan.

-          Competitive environment : yakni lingkungan pesaing yang dihadapi perusahaan.

-          Social expectations : berhubungan dengan tingkat harapan masyarakat terhadap keberadaan industri media. Semakin tersedia program yang bagus, maka akan semakin beragam format acaranya dan semakin bagus kualitasnya.

PERSPAEKTIF AGENDA SETTING
Teori Agenda Setting diperkerkenalkan oleh Maxwell McCombs dan Donald L. Shaw dalam tulisan mereka yang berjudul “The Agenda Setting Function of Mass Media” yang telah diterbitkan dalam Public Opinion Quarterly pada tahun 1972. Menurut kedua pakar ini jika media memberikan tekanan pada suatu peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya penting (Effendy, 2003:287).

            Dengan teknik pemilihan dan penonjolan, media memberikan petunjuk tentang mana issue yang lebih penting. Karena itu, model agenda setting mengasumsikan adanya hubungan positif antara penilaian yang diberikan media kepada suatu persoalan dengan perhatian yang diberikan khalayak kepada persoalan itu. Singkatnya apa yang dianggap penting oleh media, akan dianggap penting pula oleh masyarakat. Begitu juga sebaliknya apa yang dilupakan media, akan luput juga dari perhatian masyarakat.


AGENDA
Agenda Media :
         Visibility
         Audience salience
         Valence

Agenda Khalayak:
         Familiarity
         Personal Salience
         Favorability
Agenda Kebijakan
         Support
         Likelihood of action
         Freedom of action


AGENDA MEDIA
1.      Visibility (visibilitas) yakni jumlah dan tingkat menonjolnya berita
2.      Audience salience (tingkat menonjolnya bagi khalayak) yakni relevansi isi berita dengan kebutuhan khalayak
3.      Valence (Valensi) yakni menyenangkan atau tidak menyenangkan cara pemberitaan bagi suatu peristiwa


AGENDA KHALAYAK
v  Familiarity (keakraban) yakni derajat kesadaran khalayak akan topik tertentu
v  Personal Salience (penonjolan pribadi) yakni relevensi kepentingan dengan ciri pribadi
v  Favorability (Kesenangan) yakni pertimbangan senang atau tidak senang akan topik berita


POLICY AGENDA
EFEK AGENDA SETTING
1.      Efek langsung
Isu itu ada atau tidak di khalayak
Mana yang penting
Dirangking responden
2.      EFEK LANJUTAN
 Persepsi
 Tindakan


Saturday, 20 September 2014

Laporan Sosiologi Komunikasi Massa 3

Nama    : Eva Fauziah
NIM     : 1112051100034
Jurusan : Jurnalistik 5/b


PENGERTIAN KOMAS

Komunikasi Massa merupakan bentuk penyempaian pesan dari komunikator kepada khalayak banyak yang heterogen secara serempak melalui media massa, biasanya umpan balik terjadi secara tertunda

Komunikasi Massa merupakan bentuk menyiarkan informasi, gagasan, dan sikap kepada komunikan yang beragam dan jumlahnya yang banyak dengan menggunakan media

KARAKTERISTIK KOMAS                         

-          Komunikasi bersifat umum
-          Komunikasi bersifat heterogen
-          Media Massa menimbulkan keserempakan
-          Hubungan komunikator-komunikan bersifat non pribadi
-          Melembaga , terdapat badan yang menaungi dan bersifat formal.
-          Terdapat standarisasi proses produksi, distribusi dan konsumsi isi media

BENTUK-BENTUK KOMAS

1.       Bentuk Perintah (the command mode)
                Bersumber dari adanya perbedaan kekuasaan dan otoritas antara pengirim dan penerima. Tujuannya ialah untuk melakukan kontrol dan perintah. Pola hubungannya bersifat satu arah, tidak setara dan tidak berdasarkan sukarela

2.       Bentuk Pelayanan (the service mode)
                Ini merupakan bentuk paling umum dan paling sering berlaku dalam hubungan antara pengirim dan penerima. Kedua belah pihak diikat oleh kepentingan bersama dalam situasi pasar atau semacamnya (penawaran dan permintaan jasa simbolik). Misalnya saja, media memberikan infromasi atau hiburan sebagai imbalan yang berwujud pembayaran dan perhatian.

3.       Bentuk Asosiasi (the associational mode)
                Bentuk ini memiliki ikatan normatif atau nilai-nilai yang disepakati bersama, yang mendekatkan kelompok atau publik tertentu terhadap suatu sumber media tertentu.  Kedekatan dan perhatian penerima bersifat sukarela dan memuaskan hatinya.

4.       Bentuk Asosiasi (the associational mode)
                Bentuk ini memiliki ikatan normatif atau nilai-nilai yang disepakati bersama, yang mendekatkan kelompok atau publik tertentu terhadap suatu sumber media tertentu.  Kedekatan dan perhatian penerima bersifat sukarela dan memuaskan hatinya .

FUNGSI MEDIA MASSA

1.       Kontrol sosial (social control)
2.       Pendidikan (education)
3.       Agen Perubahan (agent of social change)
4.       Hiburan (entertainment).

KEBUTUHAN AKAN MEDIA
-          Untuk mengetahui apa yang penting dan perlu
-          Untuk membantu mengambil keputusan  (sebagai rujukan)
-          Untuk memperoleh informasi sebagai bahan pembahasan
-          Memberikan perasaan ikut serta dalam kejadian tertentu
-          Memberikan penguatan atas suatu pendapat
-          Mencarikan konfirmasi atas keputusan yang diambil
-          Memperoleh relaksasi dan hiburan



Monday, 15 September 2014

Laporan Sosilogi Komunikasi Massa 2



Nama  : Eva Fauziah
NIM : 1112051100034
Jurusan : Jurnalistik 5/b



LANDASAN DASAR KAJIAN TEORITIK
TYPE KEILMUAN
1.      Scientifik (Ilmiah-Empiris)
2.      Humanistic (Humaniora-Interpretif)
3.      Social Science (Ilmu-Ilmu Sosial)

1.      SCIENTIFIC
-          Bersifat Objektif
-          Dunia dapat diobservasi, contohnya bentuk bumi adalah bulat , dsb.
-          Tujuan Ilmu : mengobervasi alam dan menjelaskan sesuatu seakurat mungkin.
-          Memperoleh konsensus(persamaan) dan mereduksi perbedaan .
-          Pemisahan antara “known” dengan “knower” Ilmu sebagai aktivitas “out there

2.      HUMANISTIC
-          Ilmu bersifat subjektif
-          Kreatifivitas Individual
-          Tujuannya: memahami respon subjektif individu
-          Berupaya mencari interpretasi alternatif
-          Ilmu sebagai aktivitas “in here” dan fokus pada seni, pengalaman pribadi dan nilai

3.      SOCIAL SCIENCE
-          Memasukan elemen-elemen Science dan humaniora
-          Terdiri dari sejumlah konsep dengan perbedaan
-          Tujuannya : mengobservasi dan menginterpretasi pola prilaku manusia
-          Berupaya membangun konsensus dari apa yang diobservasi, dijelaskan dan diinterpretasi
-          Interpretasi bersifat komplek karena meneliti manusia sebagai subjek yang aktif

ILMU, KONSEP, TEORI DAN PERSPEKTIF
KONSEP
Konsep merupakan sekelompok hal atau kegiatan yang dimasukan ke dalam sebuah kategori . Salah satu tujuan pokok dari teori yakni mempresentasikan konsep-konsep berguna. Bagian penting konseptualisasi itu ialah labeling yakni mengidentifikasi konsep kita dengan simbol biasanya bahasa . Konsep dan definisi tidak dapat dipisahkan. Sejumlah daftar konsep tanpa penjelasan bagaimana hal-hal tsb terhubung satu sama lain dinamakan taxonomy.


TEORI
Abstraksi realitas, Sekumpulan prinsip, definisi yang mengorganisasikan dunia empiris secara sistematisTerdiri dari sejumlah konsep yang menyediakan penjelasan. Statemen mengenai bagaimana variabel-variabel tsb terhubung satu dengan lainnya. Generalisasi yang diterima secara empiris .
KEPERLUAN TEORI
Causal necessity (keperluan penyebab) : menjelaskan sesuatu dalam istilah “cause-effect” dimana prilaku dipandang sebagai hasil kekuatan penyebab.  Contohnya : individu yang menyukai menonton film kekerasan akan berbeda secara psikis dan psikologis dengan individu lainnya yang kurang menyukai film kekerasan.
Practical necessity (keperluan praktis):
Menjelaskan sesuatu dalam istilah “achieving a goal  yakni tindakan sadar yang didesain untuk mendapatkan masa depan . contohnya : Awalnya tangga diciptakan untuk memudahkan manusia dalam beraktivitas, tetapi dengan perkembangan zaman maka diciptakannya lift untuk lebih memudahkan manusia dalam beraktivitas.
FUNGSI TEORI
1.      Mengorganisasikan dan menyimpulkan
2.      Memfokuskan
3.      Menjelaskan
4.      Mengamat
5.      Membuat prediksi
6.      Heuristik (to generate research, growth of knowledge)
7.      Komunikasi
8.      Mengendalikan
9.      Generatif (to generate new way of living)
PERSPEKTIF
Perspektif sering juga disebut paradigma kadang disebut pula mazhab pemikiran (school of thought) adalah suatu cara pandang untuk memahami komplesitas dunia nyata. Perspektif adalah definisi situasi atau seperangkat gagasan yang melukiskan karakteristik situasi dan memungkinkan mengambil tindakan. Suatu spesifikasi jenis tindakan yang layak dan masuk akal dilakukan orang. Standar nilai yang memungkinkan orang dapat dinilai (kriteria untuk penilaian)
JENIS PERSPEKTIF
Objective istilah lainnya adalah :Saintifik, empiris, behavioristik,  struktural, positivistik, fungsionalis, mekanistik, deterministik, kuantitatif, deduktif,, atomistik, rasionalistik dll.
Subjective istilah lainnya adalah :
Humanistik, interpretif, fenomenologis, konstruktivis, konstruksionis, naturalistik, interaksionis, interaksional, kualitatif, induktif, holistik, kontemporer, dinamis dll. 
KARAKTERISTIK PERSPEKTIF OBJEKTIVE
Realitas dianggap tunggal, seragam, nyata, eksternal, statis dan diatur oleh hukum universal. manusia pasif (sebagai objek) , Perilaku manusia dikontrol oleh lingkungan (mekanis). Misalnya S-R . Perilaku manusia dapat diramalkan (cause-effect) , Penelitian bersifat otonom, berjarak dari subjek penelitian, penelitian berjangka pendek , sampel besar, menguji teori, dan bersifat generalis . Metodologi empiris menekankan pada eksperimental, survey korelasional . Analisisnya bersifat deduktif yakni sebuah cara analisis yang dilakukan saat data sudah terkumpul biasanya menggunakan statistik. Kriteria penelitian : objektivitas, reliabilitas dan validitas yang menekankan pada kesepakatan peneliti, kuantifikasi serta reflikasi penelitian . Penelitian dianggap sebagai bebas nilai, etika juga moral
PENDEKATAN OBJEKTIVE
1.      OBJECTIVE PENDEKATAN BEHAVIORISTIC
2.      OBJECTIVE PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL

1.      PENDEKATAN BEHAVIORISTIK
Memandang manusia sebagai produk lingkungan di luar , Rangsangan dari luar mempengaruhi manusia memberi respon. Hubungan bersifat kausal. Positivisme logis : verifikasi, penemuan lewat logika. Metode penelitiannya banyak menggunakan eksperimen terkontrol
CONTOH TEORI PENDEKATAN BEHAVIORISTIC
-          Public speaking (Model Aristoteles )
-          Teori Informasi (Claude Shannon)
-          Teori Jarum Hypodermik (Wilbur Schramm)
-          Teori Belajar Sosial (Albert Bandura)
-          Teori Disonanasi Kognitif (Leon Festinger)
-          Teori Pertukaran Sosial (Jhon Thibaut dan Harold Kelley)
-          Teori Kultivasi (George Gerbner)
PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL
-          Pengamatan ilmiah pada prilaku luar (overt behavior)
-          Menolak gagasan tentang jiwa, spirit, kemauan, pikiran, kesadaran, subjektivitas
-          Mengukur pengaruh struktur sosial terhadap identitas, respon  dan perilaku manusia melalui peran (role), sosialisasi, keanggotaan kelompok mereka (Socially- determined)
-          Metode penelitiannya banyak menggunakan survey (korelasional)
CONTOH TEORI STRUKTURAL
-          Helical Model (Frank Dance)
-          ABX Model (Theodore Newcomb)
-          Model Komunikasi Antarbudaya (William Gudykunts & Young Yun Kim)
-          Teori Norma Budaya (Melvin DeFleur)
-          Teori Uses and Gratification (Elihu Katz, Jay G Blumler, Michael Gurevitch)
-          Teori Spiral of Silence (Elisabeth Noelle Neumann)              
KARAKTERISTIK SUBJEKTIF
-          Pengetahuan tidak mempunyai sifat objektif dan sifat yang tetap
-          Bersifat interpretif dan makna dinegosiasikan
-          Realitas sosial dianggap sebagai interaksi sosial yang bersifat komunikatif
-          Pendekatan kreatif , individu menciptakan apa yang ada “di luar sana”
-          Setiap manusia bersifat unik
-          Fenomena sosial bersifat sementara dan polisemik (multimakna)
CONTOH TEORI PENDEKATAN SUBJEKTIF
-          Fenomenologi (Alfred Schutz)
-          Etnometodologi (Harold Garfinkel)
-          Teori Dramaturgi (Erving Goffman)
-          Teori Dramatisme (Kenneth Burke)
-          Teori Kritis (Karl Marx, Frankfurt School)
-          Cultural Studies (Michel Foucault)
-          Standpoint Theory (Julia T Wood)
-          Muted Group Theory (Cheris Kramarae)