Nama : Eva Fauziah
NIM : 1112051100034
Jurusan : Jurnalistik 5/b
LANDASAN DASAR KAJIAN TEORITIK
TYPE KEILMUAN
1.
Scientifik
(Ilmiah-Empiris)
2.
Humanistic
(Humaniora-Interpretif)
3.
Social
Science (Ilmu-Ilmu Sosial)
1.
SCIENTIFIC
-
Bersifat
Objektif
-
Dunia
dapat diobservasi, contohnya bentuk bumi adalah bulat , dsb.
-
Tujuan
Ilmu : mengobervasi alam dan menjelaskan sesuatu seakurat mungkin.
-
Memperoleh
konsensus(persamaan) dan mereduksi perbedaan .
-
Pemisahan
antara “known” dengan “knower” Ilmu sebagai aktivitas “out
there”
2.
HUMANISTIC
-
Ilmu
bersifat subjektif
-
Kreatifivitas
Individual
-
Tujuannya:
memahami respon subjektif individu
-
Berupaya
mencari interpretasi alternatif
-
Ilmu
sebagai aktivitas “in here” dan fokus pada seni, pengalaman pribadi dan
nilai
3.
SOCIAL SCIENCE
-
Memasukan
elemen-elemen Science dan humaniora
-
Terdiri
dari sejumlah konsep dengan perbedaan
-
Tujuannya
: mengobservasi dan menginterpretasi pola prilaku manusia
-
Berupaya
membangun konsensus dari apa yang diobservasi, dijelaskan dan diinterpretasi
-
Interpretasi
bersifat komplek karena meneliti manusia sebagai subjek yang aktif
ILMU, KONSEP, TEORI DAN PERSPEKTIF
KONSEP
Konsep merupakan sekelompok hal atau
kegiatan yang dimasukan ke dalam sebuah kategori . Salah satu tujuan pokok dari
teori yakni mempresentasikan konsep-konsep berguna. Bagian penting
konseptualisasi itu ialah labeling yakni mengidentifikasi konsep kita dengan
simbol biasanya bahasa . Konsep dan definisi tidak dapat dipisahkan. Sejumlah
daftar konsep tanpa penjelasan bagaimana hal-hal tsb terhubung satu sama lain
dinamakan taxonomy.
TEORI
Abstraksi realitas, Sekumpulan
prinsip, definisi yang mengorganisasikan dunia empiris secara sistematisTerdiri
dari sejumlah konsep yang menyediakan penjelasan. Statemen mengenai bagaimana
variabel-variabel tsb terhubung satu dengan lainnya. Generalisasi yang diterima secara empiris .
KEPERLUAN TEORI
Causal necessity (keperluan
penyebab) : menjelaskan sesuatu dalam istilah “cause-effect” dimana
prilaku dipandang sebagai hasil kekuatan penyebab. Contohnya : individu yang menyukai menonton
film kekerasan akan berbeda secara psikis dan psikologis dengan individu
lainnya yang kurang menyukai film kekerasan.
Practical necessity (keperluan praktis):
Menjelaskan sesuatu dalam istilah “achieving
a goal” yakni tindakan sadar yang
didesain untuk mendapatkan masa depan . contohnya :
Awalnya tangga diciptakan untuk memudahkan manusia dalam beraktivitas, tetapi
dengan perkembangan zaman maka diciptakannya lift untuk lebih memudahkan
manusia dalam beraktivitas.
FUNGSI TEORI
1.
Mengorganisasikan
dan menyimpulkan
2.
Memfokuskan
3.
Menjelaskan
4.
Mengamat
5.
Membuat
prediksi
6.
Heuristik
(to generate research, growth of knowledge)
7.
Komunikasi
8.
Mengendalikan
9.
Generatif
(to generate new way of living)
PERSPEKTIF
Perspektif sering juga disebut
paradigma kadang disebut pula mazhab pemikiran (school of thought)
adalah suatu cara pandang untuk memahami komplesitas dunia nyata. Perspektif
adalah definisi situasi atau seperangkat gagasan yang melukiskan
karakteristik situasi dan memungkinkan mengambil tindakan. Suatu spesifikasi
jenis tindakan yang layak dan masuk akal dilakukan orang. Standar nilai
yang memungkinkan orang dapat dinilai (kriteria
untuk penilaian)
JENIS PERSPEKTIF
Objective istilah lainnya adalah :Saintifik, empiris, behavioristik, struktural, positivistik, fungsionalis,
mekanistik, deterministik, kuantitatif, deduktif,, atomistik, rasionalistik
dll.
Subjective istilah lainnya
adalah :
Humanistik, interpretif,
fenomenologis, konstruktivis, konstruksionis, naturalistik, interaksionis,
interaksional, kualitatif, induktif, holistik, kontemporer, dinamis dll.
KARAKTERISTIK PERSPEKTIF
OBJEKTIVE
Realitas
dianggap tunggal, seragam, nyata, eksternal, statis dan diatur oleh hukum
universal. manusia pasif (sebagai objek) , Perilaku
manusia dikontrol oleh lingkungan (mekanis). Misalnya S-R . Perilaku
manusia dapat diramalkan (cause-effect) , Penelitian
bersifat otonom, berjarak dari subjek penelitian, penelitian berjangka pendek , sampel
besar, menguji teori, dan bersifat generalis . Metodologi
empiris menekankan pada eksperimental, survey korelasional . Analisisnya
bersifat deduktif yakni sebuah cara analisis yang dilakukan saat data sudah
terkumpul biasanya menggunakan statistik. Kriteria penelitian : objektivitas,
reliabilitas dan validitas yang menekankan pada kesepakatan peneliti,
kuantifikasi serta reflikasi penelitian . Penelitian
dianggap sebagai bebas nilai, etika juga moral
PENDEKATAN OBJEKTIVE
1.
OBJECTIVE
PENDEKATAN BEHAVIORISTIC
2.
OBJECTIVE
PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL
1.
PENDEKATAN BEHAVIORISTIK
Memandang
manusia sebagai produk lingkungan di luar , Rangsangan dari luar mempengaruhi
manusia memberi respon. Hubungan bersifat kausal. Positivisme logis : verifikasi,
penemuan lewat logika. Metode penelitiannya banyak menggunakan eksperimen
terkontrol
CONTOH TEORI PENDEKATAN BEHAVIORISTIC
-
Public
speaking (Model Aristoteles )
-
Teori
Informasi (Claude Shannon)
-
Teori
Jarum Hypodermik (Wilbur Schramm)
-
Teori
Belajar Sosial (Albert Bandura)
-
Teori
Disonanasi Kognitif (Leon Festinger)
-
Teori
Pertukaran Sosial (Jhon Thibaut dan Harold Kelley)
-
Teori
Kultivasi (George Gerbner)
PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL
-
Pengamatan
ilmiah pada prilaku luar (overt behavior)
-
Menolak
gagasan tentang jiwa, spirit, kemauan, pikiran, kesadaran, subjektivitas
-
Mengukur
pengaruh struktur sosial terhadap identitas, respon dan perilaku
manusia melalui peran (role), sosialisasi, keanggotaan kelompok mereka (Socially-
determined)
-
Metode
penelitiannya banyak menggunakan survey (korelasional)
CONTOH TEORI STRUKTURAL
-
Helical
Model (Frank Dance)
-
ABX
Model (Theodore Newcomb)
-
Model
Komunikasi Antarbudaya (William Gudykunts & Young Yun Kim)
-
Teori
Norma Budaya (Melvin DeFleur)
-
Teori
Uses and Gratification (Elihu Katz, Jay G Blumler, Michael Gurevitch)
-
Teori
Spiral of Silence (Elisabeth Noelle Neumann)
KARAKTERISTIK SUBJEKTIF
-
Pengetahuan
tidak mempunyai sifat objektif dan sifat yang tetap
-
Bersifat
interpretif dan makna dinegosiasikan
-
Realitas
sosial dianggap sebagai interaksi sosial yang bersifat komunikatif
-
Pendekatan
kreatif , individu menciptakan apa yang ada “di luar sana”
-
Setiap
manusia bersifat unik
-
Fenomena
sosial bersifat sementara dan polisemik (multimakna)
CONTOH TEORI PENDEKATAN SUBJEKTIF
-
Fenomenologi
(Alfred Schutz)
-
Etnometodologi
(Harold Garfinkel)
-
Teori
Dramaturgi (Erving Goffman)
-
Teori
Dramatisme (Kenneth Burke)
-
Teori
Kritis (Karl Marx, Frankfurt School)
-
Cultural
Studies (Michel Foucault)
-
Standpoint
Theory (Julia T Wood)
-
Muted
Group Theory (Cheris Kramarae)
No comments:
Post a Comment