Monday, 15 September 2014

Laporan Sosilogi Komunikasi Massa 2



Nama  : Eva Fauziah
NIM : 1112051100034
Jurusan : Jurnalistik 5/b



LANDASAN DASAR KAJIAN TEORITIK
TYPE KEILMUAN
1.      Scientifik (Ilmiah-Empiris)
2.      Humanistic (Humaniora-Interpretif)
3.      Social Science (Ilmu-Ilmu Sosial)

1.      SCIENTIFIC
-          Bersifat Objektif
-          Dunia dapat diobservasi, contohnya bentuk bumi adalah bulat , dsb.
-          Tujuan Ilmu : mengobervasi alam dan menjelaskan sesuatu seakurat mungkin.
-          Memperoleh konsensus(persamaan) dan mereduksi perbedaan .
-          Pemisahan antara “known” dengan “knower” Ilmu sebagai aktivitas “out there

2.      HUMANISTIC
-          Ilmu bersifat subjektif
-          Kreatifivitas Individual
-          Tujuannya: memahami respon subjektif individu
-          Berupaya mencari interpretasi alternatif
-          Ilmu sebagai aktivitas “in here” dan fokus pada seni, pengalaman pribadi dan nilai

3.      SOCIAL SCIENCE
-          Memasukan elemen-elemen Science dan humaniora
-          Terdiri dari sejumlah konsep dengan perbedaan
-          Tujuannya : mengobservasi dan menginterpretasi pola prilaku manusia
-          Berupaya membangun konsensus dari apa yang diobservasi, dijelaskan dan diinterpretasi
-          Interpretasi bersifat komplek karena meneliti manusia sebagai subjek yang aktif

ILMU, KONSEP, TEORI DAN PERSPEKTIF
KONSEP
Konsep merupakan sekelompok hal atau kegiatan yang dimasukan ke dalam sebuah kategori . Salah satu tujuan pokok dari teori yakni mempresentasikan konsep-konsep berguna. Bagian penting konseptualisasi itu ialah labeling yakni mengidentifikasi konsep kita dengan simbol biasanya bahasa . Konsep dan definisi tidak dapat dipisahkan. Sejumlah daftar konsep tanpa penjelasan bagaimana hal-hal tsb terhubung satu sama lain dinamakan taxonomy.


TEORI
Abstraksi realitas, Sekumpulan prinsip, definisi yang mengorganisasikan dunia empiris secara sistematisTerdiri dari sejumlah konsep yang menyediakan penjelasan. Statemen mengenai bagaimana variabel-variabel tsb terhubung satu dengan lainnya. Generalisasi yang diterima secara empiris .
KEPERLUAN TEORI
Causal necessity (keperluan penyebab) : menjelaskan sesuatu dalam istilah “cause-effect” dimana prilaku dipandang sebagai hasil kekuatan penyebab.  Contohnya : individu yang menyukai menonton film kekerasan akan berbeda secara psikis dan psikologis dengan individu lainnya yang kurang menyukai film kekerasan.
Practical necessity (keperluan praktis):
Menjelaskan sesuatu dalam istilah “achieving a goal  yakni tindakan sadar yang didesain untuk mendapatkan masa depan . contohnya : Awalnya tangga diciptakan untuk memudahkan manusia dalam beraktivitas, tetapi dengan perkembangan zaman maka diciptakannya lift untuk lebih memudahkan manusia dalam beraktivitas.
FUNGSI TEORI
1.      Mengorganisasikan dan menyimpulkan
2.      Memfokuskan
3.      Menjelaskan
4.      Mengamat
5.      Membuat prediksi
6.      Heuristik (to generate research, growth of knowledge)
7.      Komunikasi
8.      Mengendalikan
9.      Generatif (to generate new way of living)
PERSPEKTIF
Perspektif sering juga disebut paradigma kadang disebut pula mazhab pemikiran (school of thought) adalah suatu cara pandang untuk memahami komplesitas dunia nyata. Perspektif adalah definisi situasi atau seperangkat gagasan yang melukiskan karakteristik situasi dan memungkinkan mengambil tindakan. Suatu spesifikasi jenis tindakan yang layak dan masuk akal dilakukan orang. Standar nilai yang memungkinkan orang dapat dinilai (kriteria untuk penilaian)
JENIS PERSPEKTIF
Objective istilah lainnya adalah :Saintifik, empiris, behavioristik,  struktural, positivistik, fungsionalis, mekanistik, deterministik, kuantitatif, deduktif,, atomistik, rasionalistik dll.
Subjective istilah lainnya adalah :
Humanistik, interpretif, fenomenologis, konstruktivis, konstruksionis, naturalistik, interaksionis, interaksional, kualitatif, induktif, holistik, kontemporer, dinamis dll. 
KARAKTERISTIK PERSPEKTIF OBJEKTIVE
Realitas dianggap tunggal, seragam, nyata, eksternal, statis dan diatur oleh hukum universal. manusia pasif (sebagai objek) , Perilaku manusia dikontrol oleh lingkungan (mekanis). Misalnya S-R . Perilaku manusia dapat diramalkan (cause-effect) , Penelitian bersifat otonom, berjarak dari subjek penelitian, penelitian berjangka pendek , sampel besar, menguji teori, dan bersifat generalis . Metodologi empiris menekankan pada eksperimental, survey korelasional . Analisisnya bersifat deduktif yakni sebuah cara analisis yang dilakukan saat data sudah terkumpul biasanya menggunakan statistik. Kriteria penelitian : objektivitas, reliabilitas dan validitas yang menekankan pada kesepakatan peneliti, kuantifikasi serta reflikasi penelitian . Penelitian dianggap sebagai bebas nilai, etika juga moral
PENDEKATAN OBJEKTIVE
1.      OBJECTIVE PENDEKATAN BEHAVIORISTIC
2.      OBJECTIVE PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL

1.      PENDEKATAN BEHAVIORISTIK
Memandang manusia sebagai produk lingkungan di luar , Rangsangan dari luar mempengaruhi manusia memberi respon. Hubungan bersifat kausal. Positivisme logis : verifikasi, penemuan lewat logika. Metode penelitiannya banyak menggunakan eksperimen terkontrol
CONTOH TEORI PENDEKATAN BEHAVIORISTIC
-          Public speaking (Model Aristoteles )
-          Teori Informasi (Claude Shannon)
-          Teori Jarum Hypodermik (Wilbur Schramm)
-          Teori Belajar Sosial (Albert Bandura)
-          Teori Disonanasi Kognitif (Leon Festinger)
-          Teori Pertukaran Sosial (Jhon Thibaut dan Harold Kelley)
-          Teori Kultivasi (George Gerbner)
PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL
-          Pengamatan ilmiah pada prilaku luar (overt behavior)
-          Menolak gagasan tentang jiwa, spirit, kemauan, pikiran, kesadaran, subjektivitas
-          Mengukur pengaruh struktur sosial terhadap identitas, respon  dan perilaku manusia melalui peran (role), sosialisasi, keanggotaan kelompok mereka (Socially- determined)
-          Metode penelitiannya banyak menggunakan survey (korelasional)
CONTOH TEORI STRUKTURAL
-          Helical Model (Frank Dance)
-          ABX Model (Theodore Newcomb)
-          Model Komunikasi Antarbudaya (William Gudykunts & Young Yun Kim)
-          Teori Norma Budaya (Melvin DeFleur)
-          Teori Uses and Gratification (Elihu Katz, Jay G Blumler, Michael Gurevitch)
-          Teori Spiral of Silence (Elisabeth Noelle Neumann)              
KARAKTERISTIK SUBJEKTIF
-          Pengetahuan tidak mempunyai sifat objektif dan sifat yang tetap
-          Bersifat interpretif dan makna dinegosiasikan
-          Realitas sosial dianggap sebagai interaksi sosial yang bersifat komunikatif
-          Pendekatan kreatif , individu menciptakan apa yang ada “di luar sana”
-          Setiap manusia bersifat unik
-          Fenomena sosial bersifat sementara dan polisemik (multimakna)
CONTOH TEORI PENDEKATAN SUBJEKTIF
-          Fenomenologi (Alfred Schutz)
-          Etnometodologi (Harold Garfinkel)
-          Teori Dramaturgi (Erving Goffman)
-          Teori Dramatisme (Kenneth Burke)
-          Teori Kritis (Karl Marx, Frankfurt School)
-          Cultural Studies (Michel Foucault)
-          Standpoint Theory (Julia T Wood)
-          Muted Group Theory (Cheris Kramarae)



No comments:

Post a Comment