Sunday, 5 October 2014

Laporan Sosiologi Komunikasi Massa 5

Nama    : Eva Fauziah
NIM     : 1112051100034
Jurusan : Jurnalistik 5/b


TEORI KULTIVASI

            Teori kultivasi (cultivation theory) pertama kali dikenalkan oleh Professor George Gerbner, Dekan emiritus dari Annenberg School for Communication di Universitas Pensylvania. Dimana Gerbner dan koleganya di Annenberg School for Communication ingin mengetahui dunia nyata seperti apa yang dibayangkan dan dipersepsikan penonton televisi. Tradisi pengaruh media dalam jangka waktu panjang dan efek yang tidak langsung menjadi kajiannya. Argumentasi awalnya adalah, “televisi telah menjadi anggota keluarga yang penting, anggota yang bercerita paling banyak dan paling sering” (Severin, 2001: 268) .

Dalam Teori ini TV dijadikan sebagai anggota keluarga yang banyak bercerita. Contoh dalam film Rambo dengan skuel yang bersetting perang Vietnam, seakan-akan Amerika yang memenangi perang Vietnam. Kenyataannya tidak, masyarakat dibodohi oleh televisi dan Amerika .

            Dengan kata lain, ia ingin mengetahui dunia nyata seperti apa yang dibayangkan, dipersepsikan oleh penonton televisi itu?. Bisa juga dikatakan bahwa penelitian kultivasi yang dilakukannya lebih menekankan pada “dampak”. Menurut teori kultivasi ini, televisi menjadi media atau alat utama dimana para penonton televisi itu belajar tentang masyarakat dan kultur dilingkungannya. Dengan kata lain, persepsi apa yang terbangun di benak Anda tentang masyarakat dan budaya sangat ditentukan oleh televisi. Ini artinya, melalui kontak Anda dengan televisi Anda belajar tentang dunia, orang-orangnya, nilai-nilainya serta adat kebiasannya.

HOMOGENISASI
KULTIVASI :
1.      MAINSTREAMING
kultivasi terjadi pada pecandu berat televisi (menonton lebih dari 4 jam perhari)
2.      RESONANSI
pemirsa melihat sesuatu di televisi yang sama dengan realitas kehidupan mereka sendiri .
semakin sama apa yang ditayangkan oleh televisi dengan kehisupan, maka semakin banyak efeknya.

SPIRAL OF SILENCE

Elizabeth Noelle-Neumann (seorang professor emeritus penelitian komunikasi dari Institute fur Publiziztik Jerman) adalah orang yang memperkenalkan teori spiral keheningan/kesunyian ini. Teori ini diperkenalkan melalui tulisannya yang berjudul The Spiral of Silence. Secara ringkas teori ini ingin menjawab pertanyaan, mengapa orang-orang dari kelompok minoritas sering merasa perlu untuk menyembunyikan pendapat dan pandangannya ketika berada dalam kelompok mayoritas? Dengan kata lain bisa dikatakan bahwa seseorang sering merasa perlu menyembunyikan “sesuatu”-nya ketika berada dalam kelompok mayoritas.

ASUMSI DASAR TEORI

Tesis teori ini bersandar pada dua asumsi. Pertama, bahwa orang mengetahui mana opini yang berkembang dan mana opini yanng tidak berkembang. Hal ini disebut quasi-statistical sense karena orang mempunyai perasaan terhadap presentase penduduk untuk dan terhadap posisi-posisi tertentu. Asumsi kedua, adalah bahwa orang menyesuaikan pengungkapan opini mereka terhadap persepsi-persepsi ini.

Quasi adalah lawan kata, dan stastistical sense yang berbentuk angka (sudah pasti karena telah diriset). Contoh quasi stastistical adalah ketika ada pemilihan sebuah ketua RT di suatu lingkungan, jika diasumsikan sekitar 30 orang memilih kandidat a dan 5 orang memilih kandidat b. Karena diperkirakan kandidat a terlihat lebih siap dan pantas untuk menjadi RT.

KEKUATAN MEDIA (Newman, 1984)
1.      Kehadirannya di mana-mana (ubiquity) , contohnya Semua saluran televisi memberitakan hal tersebut.
2.      pengulangan pesan yang sama(Kumulasi) , contohnya diberitak oleh saluran TV secara berulang-ulng.
3.      Konsensus tentang nilai-nilai diantara Pekerja Media , sebagai suatu nilai yang baik atau buruk.