Nama : Eva Fauziah
NIM : 1112051100034
Jurusan : Jurnalistik 5/b
TEORI KULTIVASI
Teori
kultivasi (cultivation theory) pertama kali dikenalkan oleh Professor George
Gerbner, Dekan emiritus dari Annenberg School for Communication di Universitas
Pensylvania. Dimana Gerbner dan koleganya di Annenberg School for Communication ingin
mengetahui dunia nyata seperti apa yang dibayangkan dan dipersepsikan penonton
televisi. Tradisi pengaruh media dalam jangka waktu panjang dan efek yang tidak
langsung menjadi kajiannya. Argumentasi awalnya adalah, “televisi telah menjadi
anggota keluarga yang penting, anggota yang bercerita paling banyak dan paling
sering” (Severin, 2001: 268) .
Dalam Teori ini
TV dijadikan sebagai anggota keluarga yang banyak bercerita. Contoh dalam film
Rambo dengan skuel yang bersetting perang Vietnam, seakan-akan Amerika yang
memenangi perang Vietnam. Kenyataannya tidak, masyarakat dibodohi oleh televisi
dan Amerika .
Dengan
kata lain, ia ingin mengetahui dunia nyata seperti apa yang dibayangkan,
dipersepsikan oleh penonton televisi itu?. Bisa juga dikatakan bahwa penelitian
kultivasi yang dilakukannya lebih menekankan pada “dampak”. Menurut teori
kultivasi ini, televisi menjadi media atau alat utama dimana para penonton
televisi itu belajar tentang masyarakat dan kultur dilingkungannya. Dengan kata lain, persepsi apa yang terbangun
di benak Anda tentang masyarakat dan budaya sangat ditentukan oleh televisi.
Ini artinya, melalui kontak Anda dengan televisi Anda belajar tentang dunia,
orang-orangnya, nilai-nilainya serta adat kebiasannya.
HOMOGENISASI
KULTIVASI :
1.
MAINSTREAMING
kultivasi terjadi pada pecandu berat televisi (menonton
lebih dari 4 jam perhari)
2.
RESONANSI
pemirsa melihat sesuatu di televisi yang sama dengan
realitas kehidupan mereka sendiri .
semakin sama apa yang ditayangkan
oleh televisi dengan kehisupan, maka semakin banyak efeknya.
SPIRAL OF SILENCE
Elizabeth Noelle-Neumann (seorang professor
emeritus penelitian komunikasi dari Institute fur Publiziztik Jerman) adalah
orang yang memperkenalkan teori spiral keheningan/kesunyian ini. Teori ini
diperkenalkan melalui tulisannya yang berjudul The Spiral of Silence. Secara
ringkas teori ini ingin menjawab pertanyaan, mengapa orang-orang dari kelompok
minoritas sering merasa perlu untuk menyembunyikan pendapat dan pandangannya
ketika berada dalam kelompok mayoritas? Dengan kata lain bisa dikatakan bahwa
seseorang sering merasa perlu menyembunyikan “sesuatu”-nya ketika berada dalam
kelompok mayoritas.
ASUMSI DASAR TEORI
Tesis teori ini bersandar pada dua
asumsi. Pertama, bahwa orang mengetahui mana opini yang berkembang dan mana
opini yanng tidak berkembang. Hal ini disebut quasi-statistical sense karena
orang mempunyai perasaan terhadap presentase penduduk untuk dan terhadap
posisi-posisi tertentu. Asumsi kedua, adalah bahwa orang menyesuaikan
pengungkapan opini mereka terhadap persepsi-persepsi ini.
Quasi adalah lawan kata, dan
stastistical sense yang berbentuk angka (sudah pasti karena telah diriset). Contoh
quasi stastistical adalah ketika ada pemilihan sebuah ketua RT di suatu
lingkungan, jika diasumsikan sekitar 30 orang memilih kandidat a dan 5 orang
memilih kandidat b. Karena diperkirakan kandidat a terlihat lebih siap dan
pantas untuk menjadi RT.
KEKUATAN MEDIA (Newman, 1984)
1.
Kehadirannya di mana-mana (ubiquity) ,
contohnya Semua saluran televisi memberitakan hal tersebut.
2.
pengulangan pesan yang sama(Kumulasi) , contohnya diberitak oleh saluran TV secara berulang-ulng.
3.
Konsensus tentang nilai-nilai diantara Pekerja Media , sebagai suatu
nilai yang baik atau buruk.
No comments:
Post a Comment