Monday, 9 June 2014

Resensi Filsafat Islam 12

Nama               : Eva Fauziah
NIM                : 1112051100034
Jurusan            : Jurnalistik 4/
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

IBNU RUSYD

1.      Pendahuluan
Abu al-Walid Muhammad Ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Rusyd lahir di Cordova pada tahun 520 H/1126 M. keluarganya terkenal alim dalam ilmu fiqh. Ayah dan kakeknya pernah menjadi Kepala Pengadilan di Andalusia. Latar belakang inilah yang membuatnya berkesempatan untuk meraih kedudukan yang tinggi dalam dalam studi-studi keislaman. Al-Quran beserta penafsirannya, Hadis Nabi, ilmu fiqh, bahasa dan sastra Arab dipelajarinya secara lisan dari seorang ahli (‘alim). Dia merevisi bukuMalikiah, al-Muwatin, yang dipelajarinya bersama ayahnya abu al-Qasim dan dihapalnya. Dia juga mempelajari matematika, fisika, astronomi, logika, filsafat dan ilmu pengobatan.guru-gurunya dalam ilmu tersebut tidak terkenal, tapi secara keseluruhan Cordova terkenal sebagai pusat studi-studi filsafat, sedangkan Seville terkenal karena aktifitas-aktifitas artistiknya.Dalam kisah Hayy ibn Yaqzam, ibn Tufail mendapati kebanyakan alim di Maghrib tertari kepada matematika dan bahwa filsafat yang diajarkan lewat buku-buku Ariestoteles, al-Farabi dan ibnu Sina tidak memadai.

            Dalam penjelasan lain. Penulis riwayat hidup yang sama, Ibnu Rusyd menyatakan bahwa suatu hari Ibnu Tufail memanggilnya dan mengatakan kepadanya bahwa pangeran orang-orang beriman itu mengeluh tentang kesulitan ungkapan dari Ariestoteles dan para menerjemahnya, dan menyebut kekaburan arah-arahnya. Dikisahkan bahwa dia mengulas tiga macam ulasan: ulasan yang besar, menengah, dan kecil. Ulasan-ulasan tafsir, mengikuti poli tfsir Al-Quran. Dia mengutip satu paragraph dari ulasan Ariestoteles dan kemudian memberikan penafsiran serta ulasan aslinya. Kini kita masih memiliki ulasan besarnya dalam bahasa Arab  talkhis berarti “rangkuman”. Suatu ringkasan yang berjudul Majmu’ah atau Jawawi yang terdir atas enam buku (Physics, De Caelo et Mundo, De Generation et Corruption, Meteologica, De Anima Metapsyca) Kini telah diterbitkan kedalam bahasa arab.

            Secara keseluruhan nilai ulasan-ulasan Ibn Rusyd bersifat historis, kecuali ulasan-ulasan kecilnya yang mengungkapkan, sampai batas-batas tertentu, pemikirannya sendiri. Pandangan filosofisnya sendiri temaktub dalam tiga buku penting Fashal, Kasyiab, dan Thahafut. Dan dalam sebuah risalah pendek berjudul Al-itishal. Dia lebih dihargai di eropa tengah dari pada di timur dikarenakan beberapa sebab karena tulisannya yang banyak jumlahnya yang diterjemahkan kedalam bahasa latin dan diedarkan serta dilestarikan, sedangkan teksnya yang asli dalam bahasa arab dibakar dan dilarang diterbitkan lantaran mengandung semangat anti filsafat dan filosof. Eropa pada zaman Renaisance dengan mudah menerima filsafat dan metode ilmiah sebagaimana dianut Ibnu Rusdy sedangkan di timur ilmu dan filsafat mulai dikorbankan demi berkembangnya gerakan mistis dan agama.


2. Filsafat dan Agama
            Persesuaian filsafat dan agama sudah sepantasnya dianggap sebagai ciri terpenting dalam filsafat islam. Sebagai seorang filosof, dia menyadari bahwa telah menjadi tugasnyalah para filosof dalam menangkis serangan dari para faqih dan teolog, terutama setelah mereka dikutuk oleh al-Ghajali dalam karyanya ketidak logisan para filosof risalah Ibn Rusdy yang berjudul : fashl al-maqal  fi ma bainal hikmah was-Syariah minal-istthal merupakan satu pembelaan bagi filsafat sepanjang filsafat tersebut sesuai dengan agama.  Ibn Rusyd membuka risalahnya dengan mengajukan pertanyaan apakah filsafat itu sah, dilarang, dianjurkan, atau diharuskan dalam syariah. Ada dua cara untuk mendapatan pengetahuan:  yaitu pencerapan dan penyesuaian, Persesuaian bisa bersifat demonstratif dielektis dan retoris. Menurut Ibn Rusdy, agama didasarkan pada tiga prinsip yang mesti diyakini oleh setiap muslim : eksistensi tuhan, kenabian dan kebangkitan.
            Ketiga macam persesuaian ini digunakan dalam Al-Quran manusia terdiri atas tiga golongan : para filosof, para teolog dan orang-orang awam (al-Jumhur). Para filosof dan kaum yang mengunakan cara demonstratif. Para teolog yaitu orang-orang Asy’ariyah, yang ajaran-ajrannya mereka menjadi ajaran resmi pada masa Ibn Rusdy ialah kaum yang lebih rendah tingkatannnya, karena mereka memulai dari penelaran dialektis dan bukan dari kebenaran ilmiah. Orang awam ialah “Orang0orang retoris” yang hanya bisa mencerap sesuatu lewat conto-contoh dan pemikiran puitis.

 3. Jalan Menuju Tuhan
            Setelah menjelaskan bahwa ajaran agama islam memiliki makna tersurat dan tersirat, yang simbolis bagi orang awam dan yang tersembunyi bagi kaum terpelajar, Ibn Rusdy berusaha dalam bukunya : al-Kasyf an’ Manahij al-Adillah , menemukan jalan menuju tuhan, yaitu jalan-jalan menuju tuhan yaitu metode yang ada di dalam Al-Qur’an untuk mencapai kepercayaan dan eksistensi tuhan dan pengetahuan tentang sifatnya, menurut makna yang tersurat itu sebab pengetahuan pertama yang boleh dimiliki oleh setiap orang yang berakal ialah pengetahuan tentang hal-hal yang akan membuatnya yakin akan eksistensi Sang pencipta.
            karena buku itu ditulis dalam bentuk teologis, maka Ibn Rusyd mulai meninjau berbagai metode-metode teologi mazhab islam, yang digolongkannya menjadi lima golongan besar : Golongan Asy’ariyah, Mu’tazilah, Batiniah, Hasyawiyah, dan Sufi.
            Lalu jalan apa yang pantas yang harus ditempuh untuk mencapai tuhan? Ada du cara yaitu: pertama bersifat teologis dan kedua bersifat kosmologis, keduanya mulai dari manusia dan makhluk-makhluk lain, dan bnukan dari alam raya sebagai suatu keseluruhan. Pembuktian tentang adanya tuhan bertumpu pada dua prinsip: pertama, bahwa semua kemaujudan sesuai dengan kemaujudan perantara yang berkehendak berbuat begitu, sebab kesesuaian tidak terjadi dengan sendirinya, segala sesuatu diciptakan untuk kepentingan manusia dan makhluk lainnya. Tuhan disifat dengan tujuh sifat utama : tahu, hidup, kuasa, berkehendak, mendengar, melihat, dan berfirman. Ada tiga sikap yang menyangkut zat tuhan dan sifatnya. Yang pertama yaitu sangkalan tentang adanya sifat-sifat itu ini merupakn sikap kaum Mu’tazilah, kedua yaitu penegasan tentang sifat itu. Yang ketiga kesempurnaan tetang sifat-sifat itu tinggi dan berada diluar jangkauan pengtahuan manusia.
            Tindakan-tindakan tuhan bisa diringkaskan menjadi lima tindakan utama: mencipta, mengutus nabi-nabi, menetapkan takdir, membangkitkan kembali dan mengadili. Sebab akibat merupakan syarat, seluruh hujjah Ibn Rusdy menyangkut pembuktian bahwa tiada sesuatu pun muncul tanpa sebab, dan sebab itu muncul banyak jumlahnya dan bersumber pada sebab utama     
4. Jalan Menuju Pengtahuan
            Filsafat abad pertengahan eropa dipengruhi oleh Ariestoteles lewat ulasa0ulasa yang ditulis oleh Ibn Rusdy, sebagaimana diungkapkan secara tepat oleh Gilson “cukup aneh” sedikit sekali orang yang lebih berpengaruh terjadap Ibn Rusdy dalam membentuk pemikiran umum mengenai filsafat abad pertangahan yang kini diterima sebagai kebenaran sejarah.
            Oleh Ibn Rusyd, akal dan ruh dibedakan dengan hati-hati, dalam pemikirannya tentangproses pengetahuandiperlukan pemahaman penuh mengenai urutan hirarkis dari segala tiada guna memahami kedudukan dua entitas ini. Inilah sebabnya mengapa Ibn Rusdy mebuka risalahnya Talkis kitab al-Nafs dengan memberikan ulasan pendek tentang komposisi periada-periada itu, beserta sumber-sumber prilaku dan pengetahuan priada-priada itu.
            Prinsip-prinsip muhim yang diisyaratkan memahami berbagai subtansi ruh (soul).”Prinsip itu adalah : 1. segala priada yang fana terdiri atas materi dan bentuk, yang masing-masing dengan sendirinya bukan satu wujud, meskipun melalui gabungan keduanya wujud itu maujud. 2. materi utama tidak memiliki eksistensi aktual, dan hanya merupakn suatu kemampuan untuk menerima bentuk-bentuk. 3. wujud-wujud sederhana pertama yang merupakan perwujudan materi utama itu merupakan empat unsur yaitu, api, air, udara, dan bumi, 4. unsur itu masuk kedalam susunan wujud lain lewat percampuran . Sebab jauh dari percampuran ini yaitu wujud angkasa. 5. panas alam merupaka sebab utama adanya percampuran itu. 6. benda-benda organik dihasilkan dari individu-individu hidup yang sejenis dengan benda organaik itu lewat panas alam.

            Bentuk materi tidak pernah dapat dipisahkan dari materi, karena bentuk fisik yang, istilah lain dari bentuk materi bisa maujud hanya dalam materi. Jiwa terbagi menurut tindakan-tindakannya , menjadi lima bagian : jiwa nuratif, sensitif, imajinatif, kognitif, dan afektif,dan yang disebut terakhir itu tampaknya lebih sesuai bila ditempatkan sesudah yang imajinatif dan yang sensitif.   

Resensi Filsafat Islam 11

Nama               : Eva Fauziah
NIM                : 1112051100034
Jurusan            : Jurnalistik 4/
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Nasir Al Din Tusi

Masa Hidupnya

Nasiruddin Al-Tusi nama lengkapnya Abu Ja’far Muhammad Ibn Muhammad al-Hassan Nashir al-Bia al-Thuai al-Muhaqqiq lahir pada tahun 1201M/597H.
Dia dilahirkan di kota Tus,sebuah kota yang sekarang dikenali dekat dengan Kota Shirine Masyad,Khurasan,Iran.Sejak kecil Tusi dididik dengan bebrbagai bidang keilmuan ,terutama ilmuagama.Muhammad bin Hassan yang kerjayanya sebagai ahli hokum Syi’ahdi kota Tus ,adalah ayah sekali gus guru agamanya. Beranjak ke usia remaja,ayahnya menginginkan Tusi mendalami ilmu pengetahuan lainnya.Dia melihat penguasaan ilmu agama anaknya sudah biasa dikatakan cukup.Gayung bersambut,Tusi pun sememang nya mempunyai keinginan yang sama. Pengaaruh ilmuan Omar Khayam,menjadikan ilmu matematik mencapai titik tertinggi dikalangan umat muslim Timur ,memancing keingintahuan para pencinta ilmuselanjutnya mempelajari hal yang sama,termasuk Tusi. Tusi kemudian mempelajari ilmu fizik,logika,metafizik dikota Tus pada seorang ahli yang ternyata masih bapa suadaranya.Ia pun mempelajari matematik dan geometri. Ghairah keilmuan dalam hatinya tidak juga puas dengan apa yang sudah didapat dan dipelajari.Dia berhasrat meninggalkan kota kelahiran menuju negeri lain guna menimba ilmu. Lalu,dia memutuskan untuk berhijrah ke Naishapur-daerah tempat Omar Khayam dilahirkan 150 tahun sebelum Tusi lahir untuk melanjutkan pengajian formalnya. Di Naishapur di menemui Farid al-Din Damad yang masih keturunan Ibnu Sina.Ia belajar filsafat padanya.Sedang kepada Muhammad Hasib,gurunya yang lain di Naishapur,dia mendalami ilmu matematik.

Tidak puas di Naishapur dia melanjutkan lagi ‘pengembaraan intelektual’ itu ke Baghdad untuk mempelajari ilmu kedoktoran dibawah bimbingan Quthbal-Din al-Masri,murid terpandainya Fakhr al-Din al-Razi (1148-1209). Sedang minatnya di bidang matematik dan geometri dipelajarinya dari Kamal al-Din Ibn Yunus (1156-1224).Atas kegigihan usahanya dalam menuntut berbagai bidang ilmu,Tusi banyak dikenali sebagai ahli matematik ,astronomi,optic,geografi,farmakologi,filsafat,muzik dan mineralogy termuka. Keberuntngan tidak selalu bersama Tusi.Meskipun Tusi sudah menjadi seorang sarjana yang terkenal ,dia tidak boleh mendapatkan kedudukan yang tenangyang diperlukan dalam sebuah kehidupan ilmiah. Keselamatan wilayah tempat dia tinggal sangat tidak aman.Suasana perang dekat dengan kehidupan Tusi selama dia hidup.Saat itu tempat yang paling aman adalah benteng Ismai’ili dan benteng pergunungan. Ismai’ili, adalah salah satu dari Negara bahagian Syi’ah.Akan tetapi Ismai’ili ditentang oleh kekuatan penguasa Seljuk.Pemimpin mereka Nasir al-Din Muhtasim,meminta Tusi membantu dirinya untuk mengawal.Tusi menerima permintaan tersebut dan pergi Ke Quhistan.Lalu dia diterima dengan penghargaan tinggi di Istana Ismai’ili. Tidak diketahui secara jelas bila dia memulai tugasnya dibenteng Ismai’ili.Akan tetapi mulai 1232 dia menulis karyanya yang terkenal Akhlaq-I Nashiri (etika nashiri) ,yang dipersembahkan untuk penguasa Nasir al-Din Muhtasim.

Pada saat dia tinggal di Ismai’ili termasuk di Alamut,Tusi menulisbeberapa karya penting yang berhubungan dengan masalah etika,logika,filosofidan matematik.Dua diantaranya adalah asas al-Iqtibas (dalam hal logika) danRisala-Yi Mu’iniyya (dalam hal astronomi). Dia mempunyai banyak kesamaan dengan penulis mistik yang paling terkenaldi Parsi,Jalaludin al-Rumi. Popularitinya sebagai seorang sarjana terkenal menyebar sampai ke China.Tusi dapat disamakan dengan wazir (menteri) Abbasiyyah,Khalifah yang terakhir,al-Muhtasim (1242-1258) di Baghdad tetapi diberhentikan oleh pemimpinnya. Dia akhirnya diutus ke Alamut tempat dia hidup dalam pengawasan yang ketat.Meskipun dia menikmati pelbagai kemudahan yang memadai untuk melasnjutkan pengajiannya.Namun Tusi tidak berleluasa untuk meninggalkan benteng Ismai’ili yang diperlukan.

Masa-masa Genting Dalam Hidupnya

Mendekati abad ke XIV kerajaan lain muncul ditanah umat muslim iaitu Tartar.Kerusuhan dan kekacauan melanda tanah Arab. Dalam suasana yang sedemikian tidak menghairankan bila kegiatan ilmiah dikalangan umat Islam secara perlaahan-lahan menyurut. Setelah lama bercokol dinegeri muslim,tampuk kepimpinan pemerintahan mereka pun berganti. Pasukan Mongol mengambil alih kepimpinan tersebut dibawah pimpinan Hulagu Khan. Hulagu Khan ,pemimpin Mongolia kemudian berhasil merbut Alamut pada tahun 1257 dan kemudian mengakhiri kekuasaan Ismai’ili di Parsi Utara.Perluasaan wilayah kekuasaan pun sampai ke tanah kelahiran Tusi. Di tahun berikutnya ,Hulagu juga dapat menakluk dinasti Abbasiyyah.Baghdad (kota pemerintahan) Abbasiyah menjadi kota yang kacau dan terhenti roda kegiatan nya. Akibatnya Tusi benar-benar hidup di era dinasti Abbasiyah yang sedemikian kacau keadaannya. Semua rakyat di negerinya ditawan termasuk Tusi.Namun ketika Hulagu berjumpa Tusi,niatnya untuk menahan Tusi surut. Perjumpaannya dengan Tusi membuatrencana dan niatnya berubah.Dia terpukau pada keilmuan yang dimiliki Tusiyang mahir menguasai berbagai bahasa. Apalagi Tusi juga ahli dibidang yang dikuasai Hulagu. Dari itu dia meminta Tusi menjadi penasihat nya. Bahkan Hulagu tidak berani membuat keputusantanpa saran dan pertimbangan dari Tusi, kerana hak itu pula Tusi dapat mengislamkan Hulagu. Periode saat orang-orang Mongolia menaklukkan pemerintahan Islam,adalah satu period yang mengemparkan sejarah Islam. Ketika itu orang-orang Mongolia sudah lebih dulu maju dari orang-orang Khurasan.

Babak Baru Peradabannya

Atas dasar kekaguman penguasa Mongolia ,Hulagu, Tusi pun akhirnya diangkatmenjadi penasihat.Dia pun tidak mensia-siakan kesempatan itu. Sesuai dengan niat dan cita-cita luhur sebagai seorang ilmuan sejati , keinginan untuk memajukan berbagai disiplin keilmuan tertanam kuat dihatinya. Tusibeerniat melestarikan khazanah keilmuan dengan mendirikan sebuah observatorium.Dia mendesak Hulagu untuk membangun sebuah observatorium yang megah di Maragha,Azerbaijan pada 1259. Observatorium ini sangat penting kewujudannya dalam babak sejarah ilmu pengetahuan.Dengan demikian Tusi bukan saja berhasil menabdikan diri nya dibidang astronomidan mateamtik sebagaimana yang diarahkan Hulagu,tetapi juga untuk tiga alasan penting lainnya.

1.  Observatorium itu dimaksudkan sebagai observatorium astronomi pertama yang pembiayaannya bukan dari sumbangan.Dengan begitu ,membuka kesempatan untuk pembiayaan observatorium di masa akan datang.
2.  Sebagai sarana pertemuan para ilmuan dalam membuat jadual pengajaran matematik ,astronomi dan filsafat,dibantu oleh petugas ilmuan yang tekenal dari berbagai Negara.
3. Menurut Ibnu Shakir didalamnya terdapat perpustakaan yang menyimpan banyak buku lebih dari 400 ribu naskhah yang dijaga oleh bangsa Mongol dan Tartar pada saat serbuan mereka ke Iraq,Baghdad,Parsi dan Syria.

Observatorium yang dibangun Tusi termasuk yang ketiga terbesar setelah perpustakaan terbesar Baitul Hikmah yang berada di Baghdad (separuh pertama abad kesembilan), pasa masa pemerintahan Al-Ma’mun dan Darul Hikmah di Kairo yang didirikan oleh Al-Hakim (separuh pertama abad kesebelas). Tidak dinafikan ,observatorium ini dilengkapi dengan peralatan canggih.Pembangunan tersebut berada dalam pengawasan Damascene, Mu’ayyid al-Din al-Urdi. Al-Urdi ,salah seorang dari ketiga pengawas itu,memiliki kemahiran dalamhal pengunaan peralatan astronomi Barat , Tycho Brahe (1546-1601).

Tidak dapat disangkal bahawa kegiatan ilmiah di observatorium Maragha menandai sebuah babak baru dalam berbagai bidang keilmuan .Satu diantara bidang keilmuan tersebut adalah ilmu astronomi. Banyak pekerjaan yang berhubung dengan ilmu astronomi dilakukan di observatorium tersebut secara mendalam sehingga mempengaruhi ilmu pengetahuan dalam tata surya. Dalam peragaannya , Tusi untuk pertama kalinya dalam sejarah ilmu astronomi menggunakan sebuah teorama yang dibuatnya sendiri,yang 250 tahun kemudian ditemukan kembali dalam karya Copernicus,ilmuan barat yang dihukum mati lantaran pertemuannya bertentangan dengan pihak gereja. Salah satu hasil penelitian yang dilakukan di observatorium Maragha , adalah Ikhani Table,sebuah buku pegangan tentang ilmu astronomi yang kemudian dilengkapi pada tahun 1272 setelah kematian Hulagu.

Karya-karyanya

Kejayaan Tusi membangun Observatorium yang salah satunya berperanan sebagai saranan penyimpanan khazanah keilmuan , memancingnya untuk terus berkarya. Dia benar-benar ilmuan sejati yang tidak mensia-siakan peluang . Usaha kreatifnya itu banyak dituangkan dalam berbagai disiplin keilmuan ke dalam berbagaibuku. Karyanya dibidang logika adalah Asas al-Iqtibas,al-Tajrid fi ‘Ilm dan Mantiq,Ta’dil al-Mi’yar. Dibidang metafistik meliputi Risalah dar Ithbat I Wajib,Itsat-I Jauhar al-Mufariq,risalah dar Wujud –I Jauhar –I Mujarrad,Risalah dar Itsbat-I ‘Aql-I Fa’al , Risalah Darurat-I Marg,Risalah Sudur Kthrat Az Wahdat,Risalah ‘Ilal wa Ma’lulat Fushul,Tashawwurat , Talkis al-Muhassal,dipersembahkan untuk Alauddin,dan Hall-I Musykilat al-Asyraf. Dibidang etika meliputi akhlak-I Nashiri dan Ausaf al-Asyraf.Sementara dibidang teologi /dogma adalah Tajrid al’Aqa’id,Qawa’id al-‘Aqa’id,Risalah-I I’tiqadat.

Disamping itu,bebarapa karyanya dalam bidang astronomi terangkum dalam al-Mutawassithat Bain al-Handasa wal Hai’a: buku suntingan dari sejumlah karya Yunani,Ikhananian Table (penyempurnaan Planetary Tables), kitab Al-Tazkira fi al’Ilmal-hai’a; buku ini terdiri dari empat bab (a) penghantar geometricaldan sinematikal dengan diskusi-diskusi tentang saat berhenti , gerakgerisederhana , dan kompleks (b) pengertian-pengertian astronomical secara umum,perubahansecular pembiasan ekliptik,getaran dari penyaman siang-malam. Sebahagian dari bab ini yang diterjemahkan oleh Carr De Vaux penuh dengan kritik yang tajam atas Almagest karya Ptolemy-Kritikan ini pembuka jalanbagi Copernicus,terutama pembiasan-pembiasan pada bulan dan gerakan dalamruangan planet-planet, (c) bumi dan pengaruh benda-benda angkasa atasnya,termasuk di dalamnya tentang laut, angin pasang dan bagaimana hal ini terjadi, (d) besar dan jarak antara planet, lalu Zubdat al-Hai’a (yang terbaikdari astronomi), al-Tahsil fil al-Nujum , Tahzir al-Majisti , Mukhtasar fial-Ilm al-Tanjim wa ma’rifat al-Taqwin ( ringkasan astrologi dan penanggalan ), kitab al-bari fi Ulum al-Taqwim wa Harakat al-Afak wa Ahkam al-Nujum ( buku terunggul tentang Almanak , gerak bintang-bintang dan astrologi kehakiman ).

Dibidang aritmatika ,geometrid an trigonometri adalah Al-Mukhtasar bi Jami al-Hisab bi al-Takht wa al-Turab (Iktisar dari seluruh perhitungan dengan tabel dan bumi) ,al-Jabr wa al-Muqabala  (risalah tentang al-Jabar), Al-Ushul Al-Maudua (risalah mengenai Euclidas Postulate), Qawaid al-Handasa (kaedah-kaedah geometri), Tahrir al-Ushul ,kitab Shakl al-Qatta (risalahtentang drilateral) sebuah karya dengan keaslian luar biasa , yang ditulissepanjang abad pertengahan. Buku tersebut sangat berpengaruh di Timur dan di barat sehingga menjadi rujukan utama dalam penelitian trigonometri. Sedang dibidang optik ,ia tuangkan keilmuannya tersebut dalam Tahrir Kitab al-Manazir , Mabahis Finikas al-shu’ar wa in Itaafiha (penelitian tentang refleksi dan defleksi sinar-sinar). Walaupun Tusi bukanlah seorang penyair sekaliber Omar Khayam ataupun Jalaludin Rumi ,namun ia juga mampu menghasilkan karya yang diabadikan dalam bukunya yang berjudul Kitab fi Ilm al-mau-siqi dan Kanz al-Tuhaf.

Sedangkan karya dibidang medikalnya adalah kitab al-Bab Bahiya fi al-TArakib al-Sultaniya ; buku tentang cara diet , peraturan-peraturan kesihatan dan hubungan seksual. Tusi benar-benar memperlihatkan kecermatan secara ilmiah dan kekuatan yang luar biasa untuk menggabungkan dan memperluas penemuan-penemuan sebelumnya. Dia menulis secara lengkap tentang bidang dan trigonometri yang berhubungan dengan bola yang tidak bergantung pada aplikasi ilmu astronomi ( falak). Dalam kajian perbandingan dan pembahagiannya ,Tusi dengan jelas menyatakan bahawa setiap perbandingan suatu besaran,apakah sepadan atau tidak,dapatdikatakan sebagai sebuah bilangan ,suatu pernyataan Newton yang membantumenegaskannya kembali ke dalam Universal Arithmetic pada tahun 1707. Nashir al-Din ‘Abd al-Rahman,Gabenur Islamiah dari Quhistan , memerintahkan Tusi menterjemahkan kitab al-Tharah ( Tahzib al-Akhlaq), kitab karangan Ibnu Miskawaih dari bahasa arab ke dalam bahasa Parsi.Namun Tusi melihat karya Ibnu Miskawaih tersebut terbatas pada pengambaran disiplin moral .Perihal yang berhubungan dengan rumahtangga dan politik tidak disinggung dalam buku tersebut.Padahal keduanya aspek yang sangat penting dalam filsafat praktis dan kerana itu tidak boleh diabaikan.

Atas dasar itulah dia masukkan rumahtangga dan politik ke dalam karyanya: Akhlaqi Nashiri,dengan memetik pemikiran al-Farabi dan Ibnu Sina.Jadi karya tersebut tidak semata-mata terjemahan dari Tahzibul Akhlaq sebagaimana dikatakan dalam Encyclopedia of Islam ,tetapi lebih bersifat ringkasan dari buku Tahzib al-Akhlaq dengan format dan klasifikasi yang sepenuhnya merupakan karya al-Tusi. Bukunya Akhlaqi Nashiri mengklaskan pengetahuan ke dalam spekulasi dan praktek.Pengetahuan spekkulatif dibaginya pula dalam metafisika dan teologi.Matematik (termasuk optic ,muzik dan mekanik ), ilmu-ilmu alam termasuk elemen ,ilmu-ilmu transportasi,meterologi,mineralogy,botani ,astrologi ,dan agrikultur.Pengetahuan praktis termasuk etika,ekonomi ,domestic dan politik.