Monday, 9 June 2014

Resensi Filsafat Islam 12

Nama               : Eva Fauziah
NIM                : 1112051100034
Jurusan            : Jurnalistik 4/
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

IBNU RUSYD

1.      Pendahuluan
Abu al-Walid Muhammad Ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Rusyd lahir di Cordova pada tahun 520 H/1126 M. keluarganya terkenal alim dalam ilmu fiqh. Ayah dan kakeknya pernah menjadi Kepala Pengadilan di Andalusia. Latar belakang inilah yang membuatnya berkesempatan untuk meraih kedudukan yang tinggi dalam dalam studi-studi keislaman. Al-Quran beserta penafsirannya, Hadis Nabi, ilmu fiqh, bahasa dan sastra Arab dipelajarinya secara lisan dari seorang ahli (‘alim). Dia merevisi bukuMalikiah, al-Muwatin, yang dipelajarinya bersama ayahnya abu al-Qasim dan dihapalnya. Dia juga mempelajari matematika, fisika, astronomi, logika, filsafat dan ilmu pengobatan.guru-gurunya dalam ilmu tersebut tidak terkenal, tapi secara keseluruhan Cordova terkenal sebagai pusat studi-studi filsafat, sedangkan Seville terkenal karena aktifitas-aktifitas artistiknya.Dalam kisah Hayy ibn Yaqzam, ibn Tufail mendapati kebanyakan alim di Maghrib tertari kepada matematika dan bahwa filsafat yang diajarkan lewat buku-buku Ariestoteles, al-Farabi dan ibnu Sina tidak memadai.

            Dalam penjelasan lain. Penulis riwayat hidup yang sama, Ibnu Rusyd menyatakan bahwa suatu hari Ibnu Tufail memanggilnya dan mengatakan kepadanya bahwa pangeran orang-orang beriman itu mengeluh tentang kesulitan ungkapan dari Ariestoteles dan para menerjemahnya, dan menyebut kekaburan arah-arahnya. Dikisahkan bahwa dia mengulas tiga macam ulasan: ulasan yang besar, menengah, dan kecil. Ulasan-ulasan tafsir, mengikuti poli tfsir Al-Quran. Dia mengutip satu paragraph dari ulasan Ariestoteles dan kemudian memberikan penafsiran serta ulasan aslinya. Kini kita masih memiliki ulasan besarnya dalam bahasa Arab  talkhis berarti “rangkuman”. Suatu ringkasan yang berjudul Majmu’ah atau Jawawi yang terdir atas enam buku (Physics, De Caelo et Mundo, De Generation et Corruption, Meteologica, De Anima Metapsyca) Kini telah diterbitkan kedalam bahasa arab.

            Secara keseluruhan nilai ulasan-ulasan Ibn Rusyd bersifat historis, kecuali ulasan-ulasan kecilnya yang mengungkapkan, sampai batas-batas tertentu, pemikirannya sendiri. Pandangan filosofisnya sendiri temaktub dalam tiga buku penting Fashal, Kasyiab, dan Thahafut. Dan dalam sebuah risalah pendek berjudul Al-itishal. Dia lebih dihargai di eropa tengah dari pada di timur dikarenakan beberapa sebab karena tulisannya yang banyak jumlahnya yang diterjemahkan kedalam bahasa latin dan diedarkan serta dilestarikan, sedangkan teksnya yang asli dalam bahasa arab dibakar dan dilarang diterbitkan lantaran mengandung semangat anti filsafat dan filosof. Eropa pada zaman Renaisance dengan mudah menerima filsafat dan metode ilmiah sebagaimana dianut Ibnu Rusdy sedangkan di timur ilmu dan filsafat mulai dikorbankan demi berkembangnya gerakan mistis dan agama.


2. Filsafat dan Agama
            Persesuaian filsafat dan agama sudah sepantasnya dianggap sebagai ciri terpenting dalam filsafat islam. Sebagai seorang filosof, dia menyadari bahwa telah menjadi tugasnyalah para filosof dalam menangkis serangan dari para faqih dan teolog, terutama setelah mereka dikutuk oleh al-Ghajali dalam karyanya ketidak logisan para filosof risalah Ibn Rusdy yang berjudul : fashl al-maqal  fi ma bainal hikmah was-Syariah minal-istthal merupakan satu pembelaan bagi filsafat sepanjang filsafat tersebut sesuai dengan agama.  Ibn Rusyd membuka risalahnya dengan mengajukan pertanyaan apakah filsafat itu sah, dilarang, dianjurkan, atau diharuskan dalam syariah. Ada dua cara untuk mendapatan pengetahuan:  yaitu pencerapan dan penyesuaian, Persesuaian bisa bersifat demonstratif dielektis dan retoris. Menurut Ibn Rusdy, agama didasarkan pada tiga prinsip yang mesti diyakini oleh setiap muslim : eksistensi tuhan, kenabian dan kebangkitan.
            Ketiga macam persesuaian ini digunakan dalam Al-Quran manusia terdiri atas tiga golongan : para filosof, para teolog dan orang-orang awam (al-Jumhur). Para filosof dan kaum yang mengunakan cara demonstratif. Para teolog yaitu orang-orang Asy’ariyah, yang ajaran-ajrannya mereka menjadi ajaran resmi pada masa Ibn Rusdy ialah kaum yang lebih rendah tingkatannnya, karena mereka memulai dari penelaran dialektis dan bukan dari kebenaran ilmiah. Orang awam ialah “Orang0orang retoris” yang hanya bisa mencerap sesuatu lewat conto-contoh dan pemikiran puitis.

 3. Jalan Menuju Tuhan
            Setelah menjelaskan bahwa ajaran agama islam memiliki makna tersurat dan tersirat, yang simbolis bagi orang awam dan yang tersembunyi bagi kaum terpelajar, Ibn Rusdy berusaha dalam bukunya : al-Kasyf an’ Manahij al-Adillah , menemukan jalan menuju tuhan, yaitu jalan-jalan menuju tuhan yaitu metode yang ada di dalam Al-Qur’an untuk mencapai kepercayaan dan eksistensi tuhan dan pengetahuan tentang sifatnya, menurut makna yang tersurat itu sebab pengetahuan pertama yang boleh dimiliki oleh setiap orang yang berakal ialah pengetahuan tentang hal-hal yang akan membuatnya yakin akan eksistensi Sang pencipta.
            karena buku itu ditulis dalam bentuk teologis, maka Ibn Rusyd mulai meninjau berbagai metode-metode teologi mazhab islam, yang digolongkannya menjadi lima golongan besar : Golongan Asy’ariyah, Mu’tazilah, Batiniah, Hasyawiyah, dan Sufi.
            Lalu jalan apa yang pantas yang harus ditempuh untuk mencapai tuhan? Ada du cara yaitu: pertama bersifat teologis dan kedua bersifat kosmologis, keduanya mulai dari manusia dan makhluk-makhluk lain, dan bnukan dari alam raya sebagai suatu keseluruhan. Pembuktian tentang adanya tuhan bertumpu pada dua prinsip: pertama, bahwa semua kemaujudan sesuai dengan kemaujudan perantara yang berkehendak berbuat begitu, sebab kesesuaian tidak terjadi dengan sendirinya, segala sesuatu diciptakan untuk kepentingan manusia dan makhluk lainnya. Tuhan disifat dengan tujuh sifat utama : tahu, hidup, kuasa, berkehendak, mendengar, melihat, dan berfirman. Ada tiga sikap yang menyangkut zat tuhan dan sifatnya. Yang pertama yaitu sangkalan tentang adanya sifat-sifat itu ini merupakn sikap kaum Mu’tazilah, kedua yaitu penegasan tentang sifat itu. Yang ketiga kesempurnaan tetang sifat-sifat itu tinggi dan berada diluar jangkauan pengtahuan manusia.
            Tindakan-tindakan tuhan bisa diringkaskan menjadi lima tindakan utama: mencipta, mengutus nabi-nabi, menetapkan takdir, membangkitkan kembali dan mengadili. Sebab akibat merupakan syarat, seluruh hujjah Ibn Rusdy menyangkut pembuktian bahwa tiada sesuatu pun muncul tanpa sebab, dan sebab itu muncul banyak jumlahnya dan bersumber pada sebab utama     
4. Jalan Menuju Pengtahuan
            Filsafat abad pertengahan eropa dipengruhi oleh Ariestoteles lewat ulasa0ulasa yang ditulis oleh Ibn Rusdy, sebagaimana diungkapkan secara tepat oleh Gilson “cukup aneh” sedikit sekali orang yang lebih berpengaruh terjadap Ibn Rusdy dalam membentuk pemikiran umum mengenai filsafat abad pertangahan yang kini diterima sebagai kebenaran sejarah.
            Oleh Ibn Rusyd, akal dan ruh dibedakan dengan hati-hati, dalam pemikirannya tentangproses pengetahuandiperlukan pemahaman penuh mengenai urutan hirarkis dari segala tiada guna memahami kedudukan dua entitas ini. Inilah sebabnya mengapa Ibn Rusdy mebuka risalahnya Talkis kitab al-Nafs dengan memberikan ulasan pendek tentang komposisi periada-periada itu, beserta sumber-sumber prilaku dan pengetahuan priada-priada itu.
            Prinsip-prinsip muhim yang diisyaratkan memahami berbagai subtansi ruh (soul).”Prinsip itu adalah : 1. segala priada yang fana terdiri atas materi dan bentuk, yang masing-masing dengan sendirinya bukan satu wujud, meskipun melalui gabungan keduanya wujud itu maujud. 2. materi utama tidak memiliki eksistensi aktual, dan hanya merupakn suatu kemampuan untuk menerima bentuk-bentuk. 3. wujud-wujud sederhana pertama yang merupakan perwujudan materi utama itu merupakan empat unsur yaitu, api, air, udara, dan bumi, 4. unsur itu masuk kedalam susunan wujud lain lewat percampuran . Sebab jauh dari percampuran ini yaitu wujud angkasa. 5. panas alam merupaka sebab utama adanya percampuran itu. 6. benda-benda organik dihasilkan dari individu-individu hidup yang sejenis dengan benda organaik itu lewat panas alam.

            Bentuk materi tidak pernah dapat dipisahkan dari materi, karena bentuk fisik yang, istilah lain dari bentuk materi bisa maujud hanya dalam materi. Jiwa terbagi menurut tindakan-tindakannya , menjadi lima bagian : jiwa nuratif, sensitif, imajinatif, kognitif, dan afektif,dan yang disebut terakhir itu tampaknya lebih sesuai bila ditempatkan sesudah yang imajinatif dan yang sensitif.   

No comments:

Post a Comment