Monday, 9 June 2014

Resensi Filsafat Islam 11

Nama               : Eva Fauziah
NIM                : 1112051100034
Jurusan            : Jurnalistik 4/
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Nasir Al Din Tusi

Masa Hidupnya

Nasiruddin Al-Tusi nama lengkapnya Abu Ja’far Muhammad Ibn Muhammad al-Hassan Nashir al-Bia al-Thuai al-Muhaqqiq lahir pada tahun 1201M/597H.
Dia dilahirkan di kota Tus,sebuah kota yang sekarang dikenali dekat dengan Kota Shirine Masyad,Khurasan,Iran.Sejak kecil Tusi dididik dengan bebrbagai bidang keilmuan ,terutama ilmuagama.Muhammad bin Hassan yang kerjayanya sebagai ahli hokum Syi’ahdi kota Tus ,adalah ayah sekali gus guru agamanya. Beranjak ke usia remaja,ayahnya menginginkan Tusi mendalami ilmu pengetahuan lainnya.Dia melihat penguasaan ilmu agama anaknya sudah biasa dikatakan cukup.Gayung bersambut,Tusi pun sememang nya mempunyai keinginan yang sama. Pengaaruh ilmuan Omar Khayam,menjadikan ilmu matematik mencapai titik tertinggi dikalangan umat muslim Timur ,memancing keingintahuan para pencinta ilmuselanjutnya mempelajari hal yang sama,termasuk Tusi. Tusi kemudian mempelajari ilmu fizik,logika,metafizik dikota Tus pada seorang ahli yang ternyata masih bapa suadaranya.Ia pun mempelajari matematik dan geometri. Ghairah keilmuan dalam hatinya tidak juga puas dengan apa yang sudah didapat dan dipelajari.Dia berhasrat meninggalkan kota kelahiran menuju negeri lain guna menimba ilmu. Lalu,dia memutuskan untuk berhijrah ke Naishapur-daerah tempat Omar Khayam dilahirkan 150 tahun sebelum Tusi lahir untuk melanjutkan pengajian formalnya. Di Naishapur di menemui Farid al-Din Damad yang masih keturunan Ibnu Sina.Ia belajar filsafat padanya.Sedang kepada Muhammad Hasib,gurunya yang lain di Naishapur,dia mendalami ilmu matematik.

Tidak puas di Naishapur dia melanjutkan lagi ‘pengembaraan intelektual’ itu ke Baghdad untuk mempelajari ilmu kedoktoran dibawah bimbingan Quthbal-Din al-Masri,murid terpandainya Fakhr al-Din al-Razi (1148-1209). Sedang minatnya di bidang matematik dan geometri dipelajarinya dari Kamal al-Din Ibn Yunus (1156-1224).Atas kegigihan usahanya dalam menuntut berbagai bidang ilmu,Tusi banyak dikenali sebagai ahli matematik ,astronomi,optic,geografi,farmakologi,filsafat,muzik dan mineralogy termuka. Keberuntngan tidak selalu bersama Tusi.Meskipun Tusi sudah menjadi seorang sarjana yang terkenal ,dia tidak boleh mendapatkan kedudukan yang tenangyang diperlukan dalam sebuah kehidupan ilmiah. Keselamatan wilayah tempat dia tinggal sangat tidak aman.Suasana perang dekat dengan kehidupan Tusi selama dia hidup.Saat itu tempat yang paling aman adalah benteng Ismai’ili dan benteng pergunungan. Ismai’ili, adalah salah satu dari Negara bahagian Syi’ah.Akan tetapi Ismai’ili ditentang oleh kekuatan penguasa Seljuk.Pemimpin mereka Nasir al-Din Muhtasim,meminta Tusi membantu dirinya untuk mengawal.Tusi menerima permintaan tersebut dan pergi Ke Quhistan.Lalu dia diterima dengan penghargaan tinggi di Istana Ismai’ili. Tidak diketahui secara jelas bila dia memulai tugasnya dibenteng Ismai’ili.Akan tetapi mulai 1232 dia menulis karyanya yang terkenal Akhlaq-I Nashiri (etika nashiri) ,yang dipersembahkan untuk penguasa Nasir al-Din Muhtasim.

Pada saat dia tinggal di Ismai’ili termasuk di Alamut,Tusi menulisbeberapa karya penting yang berhubungan dengan masalah etika,logika,filosofidan matematik.Dua diantaranya adalah asas al-Iqtibas (dalam hal logika) danRisala-Yi Mu’iniyya (dalam hal astronomi). Dia mempunyai banyak kesamaan dengan penulis mistik yang paling terkenaldi Parsi,Jalaludin al-Rumi. Popularitinya sebagai seorang sarjana terkenal menyebar sampai ke China.Tusi dapat disamakan dengan wazir (menteri) Abbasiyyah,Khalifah yang terakhir,al-Muhtasim (1242-1258) di Baghdad tetapi diberhentikan oleh pemimpinnya. Dia akhirnya diutus ke Alamut tempat dia hidup dalam pengawasan yang ketat.Meskipun dia menikmati pelbagai kemudahan yang memadai untuk melasnjutkan pengajiannya.Namun Tusi tidak berleluasa untuk meninggalkan benteng Ismai’ili yang diperlukan.

Masa-masa Genting Dalam Hidupnya

Mendekati abad ke XIV kerajaan lain muncul ditanah umat muslim iaitu Tartar.Kerusuhan dan kekacauan melanda tanah Arab. Dalam suasana yang sedemikian tidak menghairankan bila kegiatan ilmiah dikalangan umat Islam secara perlaahan-lahan menyurut. Setelah lama bercokol dinegeri muslim,tampuk kepimpinan pemerintahan mereka pun berganti. Pasukan Mongol mengambil alih kepimpinan tersebut dibawah pimpinan Hulagu Khan. Hulagu Khan ,pemimpin Mongolia kemudian berhasil merbut Alamut pada tahun 1257 dan kemudian mengakhiri kekuasaan Ismai’ili di Parsi Utara.Perluasaan wilayah kekuasaan pun sampai ke tanah kelahiran Tusi. Di tahun berikutnya ,Hulagu juga dapat menakluk dinasti Abbasiyyah.Baghdad (kota pemerintahan) Abbasiyah menjadi kota yang kacau dan terhenti roda kegiatan nya. Akibatnya Tusi benar-benar hidup di era dinasti Abbasiyah yang sedemikian kacau keadaannya. Semua rakyat di negerinya ditawan termasuk Tusi.Namun ketika Hulagu berjumpa Tusi,niatnya untuk menahan Tusi surut. Perjumpaannya dengan Tusi membuatrencana dan niatnya berubah.Dia terpukau pada keilmuan yang dimiliki Tusiyang mahir menguasai berbagai bahasa. Apalagi Tusi juga ahli dibidang yang dikuasai Hulagu. Dari itu dia meminta Tusi menjadi penasihat nya. Bahkan Hulagu tidak berani membuat keputusantanpa saran dan pertimbangan dari Tusi, kerana hak itu pula Tusi dapat mengislamkan Hulagu. Periode saat orang-orang Mongolia menaklukkan pemerintahan Islam,adalah satu period yang mengemparkan sejarah Islam. Ketika itu orang-orang Mongolia sudah lebih dulu maju dari orang-orang Khurasan.

Babak Baru Peradabannya

Atas dasar kekaguman penguasa Mongolia ,Hulagu, Tusi pun akhirnya diangkatmenjadi penasihat.Dia pun tidak mensia-siakan kesempatan itu. Sesuai dengan niat dan cita-cita luhur sebagai seorang ilmuan sejati , keinginan untuk memajukan berbagai disiplin keilmuan tertanam kuat dihatinya. Tusibeerniat melestarikan khazanah keilmuan dengan mendirikan sebuah observatorium.Dia mendesak Hulagu untuk membangun sebuah observatorium yang megah di Maragha,Azerbaijan pada 1259. Observatorium ini sangat penting kewujudannya dalam babak sejarah ilmu pengetahuan.Dengan demikian Tusi bukan saja berhasil menabdikan diri nya dibidang astronomidan mateamtik sebagaimana yang diarahkan Hulagu,tetapi juga untuk tiga alasan penting lainnya.

1.  Observatorium itu dimaksudkan sebagai observatorium astronomi pertama yang pembiayaannya bukan dari sumbangan.Dengan begitu ,membuka kesempatan untuk pembiayaan observatorium di masa akan datang.
2.  Sebagai sarana pertemuan para ilmuan dalam membuat jadual pengajaran matematik ,astronomi dan filsafat,dibantu oleh petugas ilmuan yang tekenal dari berbagai Negara.
3. Menurut Ibnu Shakir didalamnya terdapat perpustakaan yang menyimpan banyak buku lebih dari 400 ribu naskhah yang dijaga oleh bangsa Mongol dan Tartar pada saat serbuan mereka ke Iraq,Baghdad,Parsi dan Syria.

Observatorium yang dibangun Tusi termasuk yang ketiga terbesar setelah perpustakaan terbesar Baitul Hikmah yang berada di Baghdad (separuh pertama abad kesembilan), pasa masa pemerintahan Al-Ma’mun dan Darul Hikmah di Kairo yang didirikan oleh Al-Hakim (separuh pertama abad kesebelas). Tidak dinafikan ,observatorium ini dilengkapi dengan peralatan canggih.Pembangunan tersebut berada dalam pengawasan Damascene, Mu’ayyid al-Din al-Urdi. Al-Urdi ,salah seorang dari ketiga pengawas itu,memiliki kemahiran dalamhal pengunaan peralatan astronomi Barat , Tycho Brahe (1546-1601).

Tidak dapat disangkal bahawa kegiatan ilmiah di observatorium Maragha menandai sebuah babak baru dalam berbagai bidang keilmuan .Satu diantara bidang keilmuan tersebut adalah ilmu astronomi. Banyak pekerjaan yang berhubung dengan ilmu astronomi dilakukan di observatorium tersebut secara mendalam sehingga mempengaruhi ilmu pengetahuan dalam tata surya. Dalam peragaannya , Tusi untuk pertama kalinya dalam sejarah ilmu astronomi menggunakan sebuah teorama yang dibuatnya sendiri,yang 250 tahun kemudian ditemukan kembali dalam karya Copernicus,ilmuan barat yang dihukum mati lantaran pertemuannya bertentangan dengan pihak gereja. Salah satu hasil penelitian yang dilakukan di observatorium Maragha , adalah Ikhani Table,sebuah buku pegangan tentang ilmu astronomi yang kemudian dilengkapi pada tahun 1272 setelah kematian Hulagu.

Karya-karyanya

Kejayaan Tusi membangun Observatorium yang salah satunya berperanan sebagai saranan penyimpanan khazanah keilmuan , memancingnya untuk terus berkarya. Dia benar-benar ilmuan sejati yang tidak mensia-siakan peluang . Usaha kreatifnya itu banyak dituangkan dalam berbagai disiplin keilmuan ke dalam berbagaibuku. Karyanya dibidang logika adalah Asas al-Iqtibas,al-Tajrid fi ‘Ilm dan Mantiq,Ta’dil al-Mi’yar. Dibidang metafistik meliputi Risalah dar Ithbat I Wajib,Itsat-I Jauhar al-Mufariq,risalah dar Wujud –I Jauhar –I Mujarrad,Risalah dar Itsbat-I ‘Aql-I Fa’al , Risalah Darurat-I Marg,Risalah Sudur Kthrat Az Wahdat,Risalah ‘Ilal wa Ma’lulat Fushul,Tashawwurat , Talkis al-Muhassal,dipersembahkan untuk Alauddin,dan Hall-I Musykilat al-Asyraf. Dibidang etika meliputi akhlak-I Nashiri dan Ausaf al-Asyraf.Sementara dibidang teologi /dogma adalah Tajrid al’Aqa’id,Qawa’id al-‘Aqa’id,Risalah-I I’tiqadat.

Disamping itu,bebarapa karyanya dalam bidang astronomi terangkum dalam al-Mutawassithat Bain al-Handasa wal Hai’a: buku suntingan dari sejumlah karya Yunani,Ikhananian Table (penyempurnaan Planetary Tables), kitab Al-Tazkira fi al’Ilmal-hai’a; buku ini terdiri dari empat bab (a) penghantar geometricaldan sinematikal dengan diskusi-diskusi tentang saat berhenti , gerakgerisederhana , dan kompleks (b) pengertian-pengertian astronomical secara umum,perubahansecular pembiasan ekliptik,getaran dari penyaman siang-malam. Sebahagian dari bab ini yang diterjemahkan oleh Carr De Vaux penuh dengan kritik yang tajam atas Almagest karya Ptolemy-Kritikan ini pembuka jalanbagi Copernicus,terutama pembiasan-pembiasan pada bulan dan gerakan dalamruangan planet-planet, (c) bumi dan pengaruh benda-benda angkasa atasnya,termasuk di dalamnya tentang laut, angin pasang dan bagaimana hal ini terjadi, (d) besar dan jarak antara planet, lalu Zubdat al-Hai’a (yang terbaikdari astronomi), al-Tahsil fil al-Nujum , Tahzir al-Majisti , Mukhtasar fial-Ilm al-Tanjim wa ma’rifat al-Taqwin ( ringkasan astrologi dan penanggalan ), kitab al-bari fi Ulum al-Taqwim wa Harakat al-Afak wa Ahkam al-Nujum ( buku terunggul tentang Almanak , gerak bintang-bintang dan astrologi kehakiman ).

Dibidang aritmatika ,geometrid an trigonometri adalah Al-Mukhtasar bi Jami al-Hisab bi al-Takht wa al-Turab (Iktisar dari seluruh perhitungan dengan tabel dan bumi) ,al-Jabr wa al-Muqabala  (risalah tentang al-Jabar), Al-Ushul Al-Maudua (risalah mengenai Euclidas Postulate), Qawaid al-Handasa (kaedah-kaedah geometri), Tahrir al-Ushul ,kitab Shakl al-Qatta (risalahtentang drilateral) sebuah karya dengan keaslian luar biasa , yang ditulissepanjang abad pertengahan. Buku tersebut sangat berpengaruh di Timur dan di barat sehingga menjadi rujukan utama dalam penelitian trigonometri. Sedang dibidang optik ,ia tuangkan keilmuannya tersebut dalam Tahrir Kitab al-Manazir , Mabahis Finikas al-shu’ar wa in Itaafiha (penelitian tentang refleksi dan defleksi sinar-sinar). Walaupun Tusi bukanlah seorang penyair sekaliber Omar Khayam ataupun Jalaludin Rumi ,namun ia juga mampu menghasilkan karya yang diabadikan dalam bukunya yang berjudul Kitab fi Ilm al-mau-siqi dan Kanz al-Tuhaf.

Sedangkan karya dibidang medikalnya adalah kitab al-Bab Bahiya fi al-TArakib al-Sultaniya ; buku tentang cara diet , peraturan-peraturan kesihatan dan hubungan seksual. Tusi benar-benar memperlihatkan kecermatan secara ilmiah dan kekuatan yang luar biasa untuk menggabungkan dan memperluas penemuan-penemuan sebelumnya. Dia menulis secara lengkap tentang bidang dan trigonometri yang berhubungan dengan bola yang tidak bergantung pada aplikasi ilmu astronomi ( falak). Dalam kajian perbandingan dan pembahagiannya ,Tusi dengan jelas menyatakan bahawa setiap perbandingan suatu besaran,apakah sepadan atau tidak,dapatdikatakan sebagai sebuah bilangan ,suatu pernyataan Newton yang membantumenegaskannya kembali ke dalam Universal Arithmetic pada tahun 1707. Nashir al-Din ‘Abd al-Rahman,Gabenur Islamiah dari Quhistan , memerintahkan Tusi menterjemahkan kitab al-Tharah ( Tahzib al-Akhlaq), kitab karangan Ibnu Miskawaih dari bahasa arab ke dalam bahasa Parsi.Namun Tusi melihat karya Ibnu Miskawaih tersebut terbatas pada pengambaran disiplin moral .Perihal yang berhubungan dengan rumahtangga dan politik tidak disinggung dalam buku tersebut.Padahal keduanya aspek yang sangat penting dalam filsafat praktis dan kerana itu tidak boleh diabaikan.

Atas dasar itulah dia masukkan rumahtangga dan politik ke dalam karyanya: Akhlaqi Nashiri,dengan memetik pemikiran al-Farabi dan Ibnu Sina.Jadi karya tersebut tidak semata-mata terjemahan dari Tahzibul Akhlaq sebagaimana dikatakan dalam Encyclopedia of Islam ,tetapi lebih bersifat ringkasan dari buku Tahzib al-Akhlaq dengan format dan klasifikasi yang sepenuhnya merupakan karya al-Tusi. Bukunya Akhlaqi Nashiri mengklaskan pengetahuan ke dalam spekulasi dan praktek.Pengetahuan spekkulatif dibaginya pula dalam metafisika dan teologi.Matematik (termasuk optic ,muzik dan mekanik ), ilmu-ilmu alam termasuk elemen ,ilmu-ilmu transportasi,meterologi,mineralogy,botani ,astrologi ,dan agrikultur.Pengetahuan praktis termasuk etika,ekonomi ,domestic dan politik.


No comments:

Post a Comment