Nama : Eva Fauziah
NIM : 1112051100034
Jurusan : Jurnalistik 4/b
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
MISKAWAIH
A. Masa hidupnya
Ahmad ibnu muhhamad ibn ya’qub yang nama keluarganya miskawaih,disebut pula abu ali al khazin.
Miskawaih
menkaji alkimia bersama abu al- thayyib al-Razi,seorang ahli alkimia.
Dari beberapa pernyataan ibnu sina Dan al-Tauhidi tampak bahwa mereka
berpendapat bahwa ia tak mampu berfilsafat.
Miskawaih tinggal selama tujjuh tahun bersama
abu-fadhli ibn al-amin (360h/970m) Sebagai pustakawannya,
Miskawaih meninggal 9 safar 421/16 februari
1030,tanggal kelahiranya tidak jelas.
B. KARYA-KARYANYA
Yaqud memberikan daftar 13 buah karya Miskawaih :
• Al-Fauz al-akbar
• Al-Fauz al-asghar
• Tajarib Al-Umam ( sebuah sejarah tentang Banjir Besar
yang ditulis pada tahun 369 H/979 M).
• Uns al-farid (kumpulan anekdot, syair, peribahasa dan
kata-kata mutiara).
• Tartib al-Sa’adah (tentang akhlak dan politik).
• Al-Musthafa (syair-syair pilihan)
• Jawidan Khirad (kumpulan ungkapan bijak).
• Al-Jami
• Al-Siyar (tentang aturan hidup)
• Tentang pengobatan sederhana (mengenai kedokteran)
• Tentang Komposisi Bajat (mengenai seni memasak)
• Kitab al-Asyribah (Mengenai Minuman)
• Tahdzib al-Akhlaq (mengenai akhlak)
C. Kepribadiannya
Miskawaih pada dasarnya
adalahnya ahli sejarah dan moralis. Ia juga seorang penyair, Tauhidi mencela
Miskawaih karena kekikiran dan kemunafikannya. Ia tertarik dengan alkimia bukan
karena ilmu, tetapi demi emas dan harta, dan ia sangat mengabdi kepada
guru-gurunya.
D. Filsafatnya
• Filsafat Pertama
Bagian
terpenting kegiatan filosofis Miskawaih ditunjukan kepada etika. Tiga bukunya
yang penting tentang etika telahsampai kepada kita, yaitu:
(1) Tartib al-Sa’adah, (2) Tahdzib
al-Akhlaq dan (3) jawidan
Khirad.
Buku
Miskawaih al-Fauz al-Asghar
merupakan sebuah risalah umum yang memiliki konsepsi yang sama dengan bagian
pertama buku al-Farabi; Ara’ Ahl
al-Madinah al-Fadhilah. Buku ini dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, berkenaan dengan pembuktian
adanya Tuhan; Kedua, tentang
ruh dan ragamnya, dan ketiga
tentang kenabian. Mengenai filsafat-filsafatnya, ia
banyak berhutang denga al- Farabi, terutama dalam mempertemukan ajaran-ajaran
Plato, Aristoteles, Plotinus. Sebagai pemikir religious sejati, Miskawaih
mencoba membuktikan bahwa ciptaan bermula dari ketidakadaan.
• Filsafat Moral
Filsafat
moral sangat berkaitan dengan psikologi, sehingga Miskawaih memulai risalah
besarnya itu dengan akhlak, Tahdzib
al-Akhlaq, dengan menyatakan
doktrinnya tentang ruh. Dengan mengikuti Plato, ia mempersamakan pembawaan-pembawaan
ruh dengan kebajikan-kebajikan. Ruh mempunyai tiga pembawaan : rasional,
keberanian, hasrat dan tiga kebajikan yang saling berkaitan: bijaksana, berani
dan sederhana.
Dengan
memakai aturan-pribadi moral, Miskawaih membagi kebijaksanaan menjadi tujuh:
ketajaman intelegensi, kesigapan akal, kejelasan pemahaman, fasilitas
perolehan, ketepatan dalam membedakan, penyimpanan dan pengungkapan kembali.
• Filsafat Sejarah
Mengenai
sejarah pandangan-pandangan Miskawaih bersifat filosofis, ilmiah dan kritis. Ia
menggariskan fungsi sejarah dan tugas-tugas ahli sejarah : sejarah bukanlah
cerita hiburan tentang diri para raja, tetapi suatu pencerminan struktur
politik ekonomi masyarakat pada masa-masa tertentu. Untuk itu, ahli sejarah
harus menjaga diri terhadap kecenderungan umum mencampuraadukan kenyataan dan
rekaan atau kejadian-kejadian palsu.
Sejarah
bukanlah kumpulan kenyaataan terpisah dan statis, tetapi merupakan proses
kreatif-dinamis harapan-harapan dan aspirasi-aspirasi manusia. Ia adalah organisme
yang hidup dan tumbuh, yang strukturnya
ditentukan oleh cita-cita kebangsaan dan Negara.
No comments:
Post a Comment