HUBUNGAN
FILSAFAT ISLAM DENGAN ILMU-ILMU LAINNYA
Nama : Eva Fauziah
NIM : 1112051100034
Jurusan : Jurnalistik 4/b
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Dorongan Alquran
terhadap akal dan pemikiran filsafat, sedikitnya ada delapan kata dalam Alquran,
yaitu :
1. ‘Aqala bermakna berpikir (45 ayat +)
2. Nazhara bermakna melihat atau menalar (30+)
3. Tadabbara berarti merenungkan (2)
4. Tafakkara berarti berpikir (16+)
5. Faqiha bermakna mengerti atau paham
(16+)
6. Tazakkara bermakna mengingat,
mempelajari (44+)
7. Fahima berarti memahami (1)
8. Ulu al-bab berarti orang berpikiran
(beberapa)
Ø FILSAFAT
ISLAM DAN TASAWUF
Tasawuf
merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari cara dan jalan bagaimana
seorang Islam berada sedekat mungkin dengan Allah Swt. Asal kata tasawuf adalah
sufi, yakni sejenis wol kasar
yang terbuat dari bulu yang dipakai oleh orang-orang yang hidup sederhana,
namun berhati suci dan mulia. Perbedaan filsafat islam dan tasawuf yaitu Filsafat
memandang dengan mata akal dan
mengikuti metode argumentasi dan logika. Sementara tasawuf menempuh jalan mujahadah (pengekangan hawa nafsu)
dan musyahadah (pandangan
batin), bahasa intuisi dan pengalaman batin. Objek filsafat membahas segala yang ada (almaujudat), sementara objek tasawuf mengenal Allah. Adanya saling kritik antara kaum sufi dan
kaum filosof Islam, seperti kritik Al-Ghazali terhadap filsafat dan Ibnu Rusyd
terhadap tasawuf.
Ø FILSAFAT
ISLAM DAN USHUL FIQIH
Ushul fiqih adalah ilmu pengetahuan
tentang kaidah dan bahasa yang dijadikan acuan dalam menetapkan hukum syariat
mengenai perbuatan manusia berdasarkan dalil-dalil secara detail. Ringkasnya
ushul fiqih adalah ilmu tentang dasar-dasar hukum dalam Islam. Penyusun ilmu
ini pertama kali adalah Imam Syafii dengan bukunya berjudul al-Risalat. Ushul fiqih lebih dekat dan masuk dalam ruang
lingkup filsafat Islam. Dalam menetapkan hukum syariat ushul fiqih menggunakan
pemikiran filosofis. Bahkan cenderung mengikuti ilmu logika dengan cara
memberikan definisi-definisi terlebih dahulu. Dalam ushul fiqih dikenal dengan
konsep ijtihad (usaha
mengeluarkan ketentuan hukum dengan akal pikiran), konsep al-ra’y (akal pikiran), konsep al-qiyas (analogi), konsep ‘illat (sebab).
Ø FILSAFAT
ISLAM DAN SAINS
Setiap
filosof adalah ilmuwan, karena filsafat berdiri atas dasar ilmu pasti dan ilmu
alam. Tetapi, tidak setiap ilmuwan adalah filosof. Pada masa peradaban Islam
mencapai kejayaannya, antara filsafat, sains dan agama berbaur menjadi satu
sehingga saling memengaruhi. Namun setelah abad ke-6 H, terputus hubungan
antara filsafat dan sains. Saat ini konfrontasi antara filsafat dan agama.
Filsafat Islam berubah menjadi filsafat skolastik yang kering dan gersang. Al-Kindi, ahli ilmu pasti dan ilmu falak . Ibnu
Sina, ahli ilmu kedokteran . Al-Hasan ibnu Haitam, menemukan ilmu pasti Abu Musa Jabir ibnu Hayyan, bidang kimia Abu
Raihan ibnu Ahmad Al-Baruni, ilmu falak Muhammad Al-Syarif Al-idrisi, ilmu bumi
alam Abu Zakariyya Yahya Ibnu Awwam, bidang pertanian Abu Usman Amr ibnu Bahr Al-Jahiz, ilmu hewan.
Ø FILSAFAT
ISLAM DAN FILSAFAT YUNANI
Logika
Yunani mempunyai pengaruh yang sangat besar pada alam pikiran Islam di zaman
Bani Abbas. Perlu ditegsakan bahwa pengaruh bukan berarti menjiplak. Betapa
banyak para filosof baik Islam mapunun non-Islam terpengaruh oleh pemikiran
filosof sebelumnya. Adalah Khalifah Al-Makmun, seorang intelektual mendirikan
akademi Biat al-Hikam. Akademi
ini tidak hanya sebagai tempat penerjemahan namun juga pusat pengembangan
filsafat dan sains. Dalam era penerjemahan ini bermacam-macam buku filsafat
dalam pelbagai bidang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dari bahassa Siryani,
Persia dan Yunani. Dengan adanya era penerjemahan ini umat Islam telah mampu
menguasai intelektual dari tiga kebudayaan yang sudah tinggi saat itu, Yunani,
Persia dan India. Para intelektual Islam tidak hanya mampu menguasai filsafat
dan sains tapi juga mengembangkan dan menambahkan hasil observasi ke dalam
sains dan hasil pemikiran ke dalam lapangan filsafat.
No comments:
Post a Comment