Monday, 31 March 2014

Resensi Filsafat Islam (3)

HUBUNGAN FILSAFAT ISLAM DENGAN ILMU-ILMU LAINNYA

Nama               : Eva Fauziah
NIM                : 1112051100034
Jurusan            : Jurnalistik 4/
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  Dorongan Alquran terhadap akal dan pemikiran filsafat, sedikitnya ada delapan kata dalam Alquran, yaitu :
1. ‘Aqala bermakna berpikir (45 ayat +)
2. Nazhara bermakna melihat atau menalar (30+)
3. Tadabbara berarti merenungkan (2)
4. Tafakkara berarti berpikir (16+)
5. Faqiha bermakna mengerti atau paham (16+)
6. Tazakkara bermakna mengingat, mempelajari (44+)
7. Fahima berarti memahami (1)
8. Ulu al-bab berarti orang berpikiran (beberapa)

Ø  FILSAFAT ISLAM DAN TASAWUF
Tasawuf merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari cara dan jalan bagaimana seorang Islam berada sedekat mungkin dengan Allah Swt. Asal kata tasawuf adalah sufi, yakni sejenis wol kasar yang terbuat dari bulu yang dipakai oleh orang-orang yang hidup sederhana, namun berhati suci dan mulia. Perbedaan filsafat islam dan tasawuf yaitu Filsafat memandang dengan mata akal dan mengikuti metode argumentasi dan logika. Sementara tasawuf menempuh jalan mujahadah (pengekangan hawa nafsu) dan musyahadah (pandangan batin), bahasa intuisi dan pengalaman batin. Objek filsafat membahas segala yang ada (almaujudat), sementara objek tasawuf mengenal Allah. Adanya saling kritik antara kaum sufi dan kaum filosof Islam, seperti kritik Al-Ghazali terhadap filsafat dan Ibnu Rusyd terhadap tasawuf.

Ø  FILSAFAT ISLAM DAN USHUL FIQIH
            Ushul fiqih adalah ilmu pengetahuan tentang kaidah dan bahasa yang dijadikan acuan dalam menetapkan hukum syariat mengenai perbuatan manusia berdasarkan dalil-dalil secara detail. Ringkasnya ushul fiqih adalah ilmu tentang dasar-dasar hukum dalam Islam. Penyusun ilmu ini pertama kali adalah Imam Syafii dengan bukunya berjudul al-Risalat.  Ushul fiqih lebih dekat dan masuk dalam ruang lingkup filsafat Islam. Dalam menetapkan hukum syariat ushul fiqih menggunakan pemikiran filosofis. Bahkan cenderung mengikuti ilmu logika dengan cara memberikan definisi-definisi terlebih dahulu. Dalam ushul fiqih dikenal dengan konsep ijtihad (usaha mengeluarkan ketentuan hukum dengan akal pikiran), konsep al-ra’y (akal pikiran), konsep al-qiyas (analogi), konsep ‘illat (sebab).

Ø  FILSAFAT ISLAM DAN SAINS
Setiap filosof adalah ilmuwan, karena filsafat berdiri atas dasar ilmu pasti dan ilmu alam. Tetapi, tidak setiap ilmuwan adalah filosof. Pada masa peradaban Islam mencapai kejayaannya, antara filsafat, sains dan agama berbaur menjadi satu sehingga saling memengaruhi. Namun setelah abad ke-6 H, terputus hubungan antara filsafat dan sains. Saat ini konfrontasi antara filsafat dan agama. Filsafat Islam berubah menjadi filsafat skolastik yang kering dan gersang.  Al-Kindi, ahli ilmu pasti dan ilmu falak . Ibnu Sina, ahli ilmu kedokteran . Al-Hasan ibnu Haitam, menemukan ilmu pasti  Abu Musa Jabir ibnu Hayyan, bidang kimia Abu Raihan ibnu Ahmad Al-Baruni, ilmu falak Muhammad Al-Syarif Al-idrisi, ilmu bumi alam Abu Zakariyya Yahya Ibnu Awwam, bidang pertanian  Abu Usman Amr ibnu Bahr Al-Jahiz, ilmu hewan.

Ø  FILSAFAT ISLAM DAN FILSAFAT YUNANI
Logika Yunani mempunyai pengaruh yang sangat besar pada alam pikiran Islam di zaman Bani Abbas. Perlu ditegsakan bahwa pengaruh bukan berarti menjiplak. Betapa banyak para filosof baik Islam mapunun non-Islam terpengaruh oleh pemikiran filosof sebelumnya. Adalah Khalifah Al-Makmun, seorang intelektual mendirikan akademi Biat al-Hikam. Akademi ini tidak hanya sebagai tempat penerjemahan namun juga pusat pengembangan filsafat dan sains. Dalam era penerjemahan ini bermacam-macam buku filsafat dalam pelbagai bidang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dari bahassa Siryani, Persia dan Yunani. Dengan adanya era penerjemahan ini umat Islam telah mampu menguasai intelektual dari tiga kebudayaan yang sudah tinggi saat itu, Yunani, Persia dan India. Para intelektual Islam tidak hanya mampu menguasai filsafat dan sains tapi juga mengembangkan dan menambahkan hasil observasi ke dalam sains dan hasil pemikiran ke dalam lapangan filsafat.



No comments:

Post a Comment