Nama : Eva Fauziah
NIM : 1112051100034
Jurusan : Jurnalistik 4/b
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
FILSAFAT
ISLAM DAN ILMU KALAM SERTA SEJARAHNYA
Sebagaimana
filsafat pada umumnya mempunyai ciri-ciri : melaksanakan
kerja berpikir berdasarkan akal.
Filsafat Islam sebagai suatu
peradaban karena memiliki peninggalan-peninggalan sejarah. Kesimpulan dari filsafat Islam selalu disesuaikan
dengan prinsip agama atau ajaran islam yaitu Al-Qur’an
dan Al-hadits.
Islam sebagai agama, kaya
akan benih-benih filsafat, contoh Ushul Fiqih yang berasal dari
Fiqih. (Sunardji Dahri
Tiam)
Filsafat Islam
adalah filsafat yang secara esensial berinspirasikan dari luar
(filsafat-filsafat sebelumnya) dan juga berinspirasikan dari dalam (agama Islam
sendiri); karena motivasi agama, berpikir yang sedalam-dalamnya dengan insaf
dan bebas tentang segala yang ada untuk memahami kebenaran; kemudian dengan
caranya sendiri, kebenaran menurut filsafatnya akan selalu disesuaikan dengan
kebenaran menurut informasi agama. Jadi motivasi dari Filsafat islam yaitu agama
dan inspirasi berasal dari dalam atau luar islam. Seperti: Yunani, Mesir dsb.
Dalam Filsafat islam terjadi 3 periode. Yaitu :
- Periode Mutakalimin (sekitar 700 s.d 900 M)
- Periode Filosof Islam (sekitar 850 s.d 1200 M)
- Periode Pasca Ibnu Rusyd (sekitar 1200 s.d 1950
M)
ü
Periode Mutakalimin
Awalnya adalah
adanya dua kelompok besar yaitu Muktazilah (lahir karena adanya Syiah) dan Ahlussunah (lahir karena adanya Muktazillah).Yang melandasi lahirnya dua kelompok di atas adalah
aliran Syiah, Khawarij, Murjiah,
Qadariyah dan Jabariyah.
-
Syiah : Konsep
imamah “pemimpin yang tidak boleh salah baik kecil maupun besar.
-
Khawarij :
Orang-orang yang keluar paham syiah (pemimpin harus demokratis) tidak lagi
ditunjuk.
-
Murjiah : asal
kata dari arja’a (ditangguhkan) . yaitu apakah orang muslim yang melakukan dosa
besar adalah muslim atau kafir? Dan untuk kaum Murjiah jawaban ini ditangguhkan
oleh Allah SWT.
-
Qadariyah :
semua bentuk kehendak manusia dikehendaki oleh manusia itu sendiri.
-
Jabariyah :
adalah baik dan buruk kehendak manusia ditentukan oleh Allah, karena Ia adalah
sang Penguasa.
-
Ahlussunah
juga terbagi menjadi dua; golongan Asy’ariyah
dan Maturidiyah.
Lahirnya periode ini disebabkan persoalan politik, yang kemudian berubah menjadi
persoalan teologi, soal besar
antara kafir dan mukmin. Maka timbul dari sana persoalan kehendak dan perbuatan
mansusia, atau jabar dan ikhtiar.
Periode ini tidak membahas
bertele-tele tentang kejadian alam.
ü
Periode Filosof Islam
Periode ini diawali oleh periode Mutakalimin, sebagai
gerakan intelektualisme dalam Islam. Dinasti Abbasiah pengganti Dinasti Umayyah, lebih
progresif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat.
Penerjemahan secara
besar-besaran semua buku filsaat ke dalam bahasa Arab.
Maka lahirnya para ulama
yang ahli dalam berbagai bidang dan kekhususan sendiri.
Periode ini memperkenalkan
Al-Kindi, Ar-Razi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, Ibnu Bajah, Ibnu Tufail
dan Ibnu Ruysd.
ü
Periode Pasca Ibnu Rusyd
Periode ini mempedebatkan keabsahan Filsafat Islam.
Di satu pihak menyatakan
bahwa filsafat Islam sudah usai setelah wafatnya Ibnu Rusyd.
Di lain pihak ada yang
beranggapan bahwa terdapat sejumlah tokoh yang pantas disebut tokoh filsafat.
Corak pemikiran pada periode
ini adalah middle-roaders (jalan tengah), penggabungan dua kebijakan
yang eksperiensial (zauqiyah) dan diskursif (bahsiyah).
Merka adalah, Suhrawardi,
Tusi, Mulla Sadra dan Iqbal.
Daerah
Perkembangan Filsafat Islam
1. Muktazilah, teologi rasional berkembang di Bahghdad dan Basrah,
mulai abad ke-9 M. tokohnya, Wasil bin Atho’.
2. Filsafat pertama (di Timur); berkembang pada 850 s.d 1037 M, pada masa
Khalifah Abbasiyah; empat tokoh utama, Al-Kindi, Ar-Razi, Al-Farabi, Ibnu Sina.
3. Kalam Asy’ary, teologi bercorak atomisme, berpusat di Baghdad,
tahun 900 s.d 1085 M. Para tokohnya adalah Al-Asy’ary, Al-Maturidy, Al-Ghazali.
(Ahlussunah)
4. Filsafat kedua (di Barat); berkembang antara tahun 110 s.d 1198 M di
kawasan barat Spanyol. Tokoh-tokoh yang terkenal adalah Ibnu Bajah, Ibnu
Tufail, dan Ibnu Rusyd.
5. Filsafat ketiga (umumnya di Timur); bermula akhir abad ke-12 s.d awal
abad ke-20, zaman renaisan modern dalam dunia Islam, berkembang di Parsi dan
India. Para tokohnya adalah Sahrawardi, Nasiruddin Tusi, Mulla Sadra, dan
Iqbal.
Perbedaan antara Ilmu Kalam dan Filsafat Islam dapat
dipandang dari tiga hal:
- Titik berat dan tujuannya
- Cara penyelidikannya
- Pertumbuhan dan pembinaannya
Ilmu
kalam titik beratnya pada agama (Al-Qur’an dan Hadits) di mana bertujuan
tentang Tauhid. Sedangkan filsafat islam titik beratnya adalah filsafat dengan
tujuan memahami kebenaran yang sebenar-benarnya dengan rasional. Perbedaan
antara ilmu kalam dan filsafat islam yakni : Ilmu kalam adalah ilmu yang
berasal dari keyakinan lalu ditemukannya dalil-dalil quran atau hadits lalu
dibuktikan. Sedangkan Filsafat Islam berawal dari sebuah keraguan lalu
dihubungkan dengan Al-Quran dan hadits.
No comments:
Post a Comment